Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 17:55 WIB

Prakiraan Musim Kemarau 2026: Apa yang Perlu Diketahui Masyarakat Indonesia

Author

Prakiraan Musim Kemarau 2026: Apa yang Perlu Diketahui Masyarakat Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan mengenai musim kemarau di Indonesia yang diperkirakan akan berlangsung pada tahun 2026.

Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi

Musim kemarau ini diprediksi dimulai pada bulan April dan berakhir pada September, setelah periode hujan berakhir antara Februari hingga Maret.

Detail Prakiraan Musim Kemarau

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa periode April hingga September 2026 akan didominasi oleh cuaca kering.

Ia juga menyebutkan bahwa hujan kembali diharapkan turun sekitar bulan Oktober 2026.

Meskipun memasuki musim kemarau, potensi hujan lebat hingga ekstrem masih bisa terjadi di beberapa daerah.

Faisal menegaskan bahwa fenomena La Nina lemah yang masih aktif di beberapa wilayah dapat meningkatkan curah hujan secara lokal.

Pengaruh Fenomena Iklim Terhadap Musim Kemarau

Faisal menjelaskan lebih lanjut tentang fenomena La Nina lemah yang terpantau dari area Nino 3.4 di Pasifik.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

"La Nina ini nanti akan terus melemah hingga sampai bulan Maret," ungkapnya.

BMKG memperkirakan bahwa El Nino yang mungkin terjadi di tahun 2026 tidak akan setara dengan kondisi di 2023-2024.

Berdasarkan Climate Outlook 2026, La Nina dip rediksi masih akan berlanjut pada Januari sampai Maret sebelum beralih ke fase netral.

Waspada Cuaca Ekstrem di Puncak Musim Hujan

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem selama puncak musim hujan, yang diperkirakan berlangsung antara Januari hingga Maret 2026.

Pihak BMKG menegaskan bahwa tantangan iklim ke depan akan dipengaruhi oleh perubahan iklim jangka panjang.

Prakiraan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya penanganan cuaca ekstrem.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan sistem drainase di lingkungan masing-masing dan bersiap menghadapi potensi kekeringan di daerah rawan.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU