Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan terdapat 1.824 orang kaya yang secara tidak tepat menerima bantuan iuran BPJS Kesehatan. Hal ini diungkapkan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta pada Rabu, 11 Februari 2026.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Masalah ini mengindikasikan adanya kekurangan dalam penataan data penerima BPJS PBI, yang berpotensi menyisihkan individu yang seharusnya berhak menerima perlindungan kesehatan. Budi berjanji akan melakukan perbaikan data dalam waktu tiga bulan ke depan.
Masalah Penerima BPJS PBI
Dalam rapat tersebut, Menkes Budi menyatakan bahwa 1.824 individu tersebut masuk dalam desil 10, yaitu kelompok masyarakat dengan kesejahteraan tertinggi berdasarkan pengeluaran per kapita. Kelompok ini terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial.
Budi menekankan pentingnya keakuratan data terkait penerima BPJS PBI, dengan mengatakan, "Jadi memang dari data yang sudah di-clean up kemarin, Bapak Ibu lihat, ada juga orang kaya, paling kaya, desil 10 yang masuk PBI."
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dampak Penempatan Penerima Manfaat
Pernyataan Menteri Kesehatan menunjukkan bahwa kehadiran penerima dari kategori orang kaya mengganggu kuota program BPJS PBI. Budi menjelaskan, "Akibatnya ada orang yang harusnya masuk PBI tidak bisa masuk, karena PBI itu kan ada kuotanya sekitar 96,8 juta."
Ketidakpuasan atas situasi ini mendorong langkah pemerintah untuk merombak data agar menghilangkan penerima yang tidak berhak. Saat ini, kelompok dengan desil 1 sampai 5 masih belum terdaftar sebagai penerima manfaat, yang menunjukkan kebutuhan mendesak untuk perubahan data.
Rencana Penataan Data Penerima
Menteri Budi memaparkan rencana untuk menata ulang data penerima BPJS PBI JKN dalam waktu tiga bulan yang akan datang. Langkah ini bertujuan agar orang dari desil tinggi tidak lagi menerima manfaat yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok berpendapatan rendah.
Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa individu dari kategori desil 10 tetap bisa mengakses layanan kesehatan selama tiga bulan ke depan. "Jadi kalau pun ada pasien katastropik, dia masih di desil 10, desil 9, 3 bulan ke depan dia tetap akan jalan," tandasnya.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: