Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 10:59 WIB

Indeks Persepsi Korupsi 2025: Singapura Terus Memimpin, Indonesia Terpuruk

Author

Indeks Persepsi Korupsi 2025: Singapura Terus Memimpin, Indonesia Terpuruk

Singapura kembali menempati posisi ketiga sebagai negara paling bersih dari korupsi di dunia, sesuai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2025 yang dirilis oleh Transparency International.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Sementara itu, Indonesia mengalami penurunan signifikan, berada di peringkat 109 dari 180 negara, mencerminkan tantangan besar dalam pemberantasan korupsi.

Kinerja Singapura dalam Indeks Persepsi Korupsi 2025

Laporan Transparency International mengungkapkan bahwa Singapura meraih skor 84, menunjukkan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi yang konsisten. Negara ini telah mempertahankan posisi di 10 besar dunia sejak indeks ini pertama kali dirilis pada 1995.

Berdasarkan pernyataan resmi dari Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura, 'Situasi korupsi di Singapura tetap berada dalam kendali yang kuat.' Hal ini menunjukkan bahwa jumlah kasus di sektor publik sangat rendah.

Keberhasilan Singapura dalam menjaga integritas publik didukung oleh kerangka hukum yang kuat serta penegakan hukum yang efektif. Masyarakat memiliki komitmen tinggi terhadap integritas dan kejujuran, menjadikan negara ini contoh bagi banyak negara lain.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Perbandingan Peringkat Indonesia dalam Korupsi

Di sisi lain, Indonesia menunjukkan keprihatinan dengan skor 34 dalam IPK 2025, turun tiga poin dari tahun sebelumnya yang menempatkan negara ini di posisi 99. Penurunan ini membuktikan tantangan yang semakin besar dalam upaya melawan korupsi di Tanah Air.

Posisi 109 menempatkan Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Hal ini menggambarkan kondisi yang kurang menggembirakan dalam konteks penegakan anti-korupsi.

Indeks Persepsi Korupsi menilai persepsi masyarakat terhadap tingkat korupsi di sektor publik, dengan skor 0 menggambarkan korupsi yang sangat tinggi dan skor 100 menandakan tingkat kebersihan yang sangat baik.

Dampak dan Tantangan Pemberantasan Korupsi

Penurunan skor IPK Indonesia mengindikasikan perlunya langkah-langkah lebih efektif dalam menangani praktik korupsi. Sejak 1995, penilaian terhadap korupsi di Indonesia menunjukkan hasil yang tidak konsisten, menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas upaya yang telah dilakukan.

Permasalahan korupsi di Indonesia tidak hanya terkait dengan aspek hukum, tetapi juga mencakup kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Hal ini menjadi tantangan krusial yang perlu segera diatasi.

Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura menekankan pentingnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi, yang seyogyanya dapat menjadi contoh bagi Indonesia.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU