Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa penyaluran dana ke sektor riil masih mengalami hambatan, meskipun likuiditas di sektor perbankan berada pada level yang cukup tinggi.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos
Meski kebijakan untuk mendukung likuiditas telah diterapkan, pertumbuhan kredit masih jauh dari yang diharapkan.
Kondisi Terkini Perbankan Indonesia
Destry Damayanti menjelaskan, sepanjang 2025, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 125 basis points menjadi 4,75%.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas di perbankan, namun sayangnya transmisi dana ke sektor riil masih tergolong lambat.
BI juga melaksanakan kebijakan likuiditas makroprudensial dengan nilai mencapai Rp 338 triliun untuk menjaga keseimbangan pasar.
Destry menambahkan, "landing rate kok belum turun, bank ada yang mampet," yang mencerminkan kesulitan dalam penyaluran kredit saat ini.
Pertumbuhan Kredit yang Melambat
Data yang disampaikan menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit pada tahun 2025 hanya menyentuh angka 9,69% secara tahunan, mengalami pelambatan dibandingkan pertumbuhan 10,93% pada tahun 2024.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Meskipun ada penurunan pertumbuhan, Destry tidak rinci menjelaskan penyebab dari situasi tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah dan otoritas moneter, dalam mencari langkah untuk meningkatkan penyaluran kredit.
Hal ini menciptakan tantangan tersendiri bagi pemulihan ekonomi secara keseluruhan.
Langkah Strategis untuk Mengatasi Hambatan
Menanggapi masalah ini, pemerintah dan otoritas moneter membentuk tim debottlenecking untuk mengatasi berbagai hambatan dalam sektor bisnis.
Tim ini juga termasuk dalam upaya percepatan program strategis pemerintah (P2SP).
Destry menekankan pentingnya tim ini dengan menyatakan, "Ini satu masukkan tim debottlenecking di keuangan. Karena bank likuiditas punya," menegaskan komitmen untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Harapan terhadap tim ini adalah untuk mempercepat penyaluran dana dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: