Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 10:50 WIB

Kritik Tajam Menteri Keuangan Terhadap Kebijakan BPJS Kesehatan: 11 Juta Peserta Ternonaktifkan

Author

Kritik Tajam Menteri Keuangan Terhadap Kebijakan BPJS Kesehatan: 11 Juta Peserta Ternonaktifkan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ketidakpuasannya terhadap kebijakan BPJS Kesehatan yang menonaktifkan 11 juta peserta bantuan iuran (PBI) secara mendadak. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini menimbulkan banyak masalah bagi masyarakat.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran

Purbaya mengingatkan bahwa keputusan untuk menonaktifkan peserta tanpa sosialisasi yang memadai sangat merugikan pemerintah dan menciptakan ketidaknyamanan di publik.

Kekacauan Data Peserta PBI JKN

Pemutakhiran data peserta PBI JKN menjadi sorotan setelah pemerintah secara bersamaan menonaktifkan 11 juta penerima bantuan iuran. Purbaya menilai bahwa langkah ini seharusnya dilakukan secara bertahap untuk menghindari kebingungan di masyarakat.

Ia menyatakan, 'Karena sedemikian besar orang yang terpengaruh dan mereka tidak tahu bahwa mereka sudah tidak masuk daftar lagi.' Pernyataan ini menunjukkan dampak langsung terhadap banyak individu yang merasa kehilangan hak mereka.

Kekacauan ini terjadi di tengah alokasi anggaran untuk kuota nasional PBI JKN yang mencapai 96,8 juta, yang tetap tidak berubah meskipun ada penonaktifan peserta besar-besaran. Hal ini menyebabkan kekecewaan yang meluas di kalangan masyarakat yang terpengaruh.

Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Dampak Sosial dan Finansial

Purbaya juga mencatat bahwa penonaktifan peserta tidak hanya menciptakan kebingungan, tetapi merusak citra pemerintah di mata publik. Ia mengungkapkan, 'Karena tiba-tiba ketika ada yang mau cuci darah tiba-tiba enggak eligible, gak berhak, kan itu kayanya kita konyol.'

Beliau menekankan bahwa walaupun anggaran tetap dialokasikan, citra pemerintah bisa terancam. 'Saya rugi di situ, uang keluar, image jelek jadinya,' kata Purbaya, menunjukkan kerugian reputasi yang dialami pemerintah.

Dengan situasi yang terjadi, penting bagi BPJS Kesehatan untuk memperbaiki manajemen dan sosialisasi data PBI agar menghindari keributan di masa depan.

Rekomendasi untuk BPJS Kesehatan

Sebagai solusi untuk masalah ini, Purbaya mengajukan empat langkah untuk BPJS Kesehatan agar program data PBI JKN tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Ia menekankan pentingnya operasional dan manajemen dalam hal ini.

Purbaya menyarankan jangka waktu 2-3 bulan untuk sosialisasi kepada masyarakat yang terpengaruh oleh kebijakan penonaktifan peserta. 'Kalau itu membuat uang yang saya keluarkan untuk anda lebih kecil, saya mendukung,' ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya asesmen ulang terhadap status kepesertaan masyarakat agar mereka yang merasa layak mendapatkan bantuan dapat menyampaikan sanggahan sebelum status mereka dinonaktifkan.

Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU