Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 15:10 WIB

Perubahan Status Pluto: Dari Planet ke Planet Kerdil

Author

Perubahan Status Pluto: Dari Planet ke Planet Kerdil

Pluto, yang pernah dianggap sebagai planet kesembilan dalam tata surya, mengalami perubahan status pada tahun 2006 akibat definisi baru yang ditetapkan oleh International Astronomical Union (IAU). Keputusan ini memunculkan berbagai tanggapan dari para ilmuwan dan penggemar astronomi terkait kriteria planet yang lebih ketat.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Dengan demikian, Pluto hanya memenuhi dua dari tiga kriteria untuk diakui sebagai planet, yakni mengorbit matahari dan memiliki bentuk bulat, namun tidak dapat dikatakan telah 'membersihkan' lingkungan orbitnya dari objek lain.

Perubahan Definisi Planet oleh IAU

Pada tahun 2006, International Astronomical Union (IAU) mengeluarkan definisi resmi mengenai planet, yang menentukan tiga kriteria yang harus dipenuhi. Objek tersebut harus mengorbit matahari, memiliki bentuk bulat akibat gravitasi, dan mampu membersihkan lingkungan orbitnya dari objek lain.

Pluto hanya memenuhi dua dari ketiga kriteria ini, sehingga tidak dapat lagi dianggap sebagai planet. Hal ini terjadi karena masih banyak objek lain di daerah orbitnya, yang dikenal sebagai Sabuk Kuiper.

Akibat definisi baru ini, status Pluto berubah dari planet menjadi 'planet kerdil', bersamaan dengan beberapa objek lain di Sabuk Kuiper yang juga mengalami penurunan status serupa.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Karakteristik Unik Pluto

Pluto memiliki diameter sekitar 2.377 kilometer, jauh lebih kecil dibandingkan dengan Bumi yang berdiameter 12.742 kilometer. Ini menjadikan Pluto berbeda secara fisik dari planet-planet lainnya dalam tata surya.

Komposisi Pluto didominasi oleh es dan batuan, yang memberikan penampilan yang beragam dan menarik perhatian para ilmuwan. Meskipun tidak memenuhi kriteria sebagai planet, karakteristik ini membuatnya tetap menjadi objek penelitian.

Misi New Horizons, yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 2006 dan melakukan flyby pada tahun 2015, memberikan banyak wawasan mengenai permukaan dan atmosfer Pluto. Data yang diperoleh dari misi ini meningkatkan pemahaman ilmiah tentang karakteristik Pluto.

Dampak Keputusan IAU terhadap Komunitas Ilmiah

Keputusan untuk mengubah status Pluto memicu berbagai reaksi dari kalangan ilmuwan dan masyarakat luas. Sebagian ilmuwan mendukung langkah ini, berargumen bahwa definisi yang jelas perlu diterapkan untuk menjaga konsistensi dalam pengkategorian objek di tata surya.

Namun, ada pula yang berpendapat bahwa Pluto masih layak disebut planet berdasarkan sejarah dan budaya yang telah melekat. Sehingga, status Pluto sebagai planet kerdil menjadi bahan diskusi yang terus diperbaharui di kalangan astronom.

Perubahan ini juga mendorong penelitian lebih lanjut terhadap objek-objek di Sabuk Kuiper. Astronom kini giat melakukan eksplorasi untuk memperkaya pemahaman tentang karakteristik serta potensi objek lain dalam tata surya.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU