Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 14:53 WIB

Jepang Hidupkan Lagi Pembangkit Nuklir Terbesar di Dunia setelah Isu Keselamatan

Author

Jepang Hidupkan Lagi Pembangkit Nuklir Terbesar di Dunia setelah Isu Keselamatan

Jepang baru saja menghidupkan kembali pembangkit listrik tenaga nuklir terbesarnya, Kashiwazaki-Kariwa, pada Senin (9/2/2026). Keputusan ini diambil setelah sebelumnya terjadi penghentian operasional akibat masalah pada sistem pemantauan.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran

Pembangkit yang terletak di wilayah Niigata ini diharapkan bisa membantu Jepang mengurangi ketergantungannya terhadap bahan bakar fosil dalam upaya mencapai netralitas karbon tahun 2050.

Sejarah dan Proses Pengoperasian Kembali

Kashiwazaki-Kariwa, yang berlokasi di Niigata, merupakan pembangkit nuklir dengan kapasitas yang sangat besar. Setelah lebih dari sepuluh tahun sejak bencana Fukushima pada 2011, Jepang kini berusaha kembali memanfaatkan tenaga nuklir.

Operator dari pembangkit ini, Tokyo Electric Power Company (TEPCO), mengumumkan bahwa reaktor tersebut dihidupkan kembali pada pukul 14:00. Sebelumnya, reaktor ini terpaksa non-aktif selama beberapa tahun karena berbagai masalah keselamatan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal

Peran Energi Nuklir dalam Krisis Energi Global

Jepang tengah berjuang untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, khususnya dalam konteks meningkatnya kebutuhan energi global yang didorong oleh kemajuan teknologi. Energi nuklir dianggap sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sejalan dengan rencana untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050.

Kebijakan ini didasari oleh pandangan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang mendorong pemanfaatan tenaga nuklir sebagai sumber energi yang andal untuk mendukung perekonomian Jepang.

Tantangan dan Opini Publik

Meski pengoperasian kembali pembangkit ini disambut baik oleh sebagian pihak, ada tantangan signifikan dari segi opini publik. Survei yang dilakukan di prefektur Niigata menunjukkan bahwa sekitar 60% penduduk menolak pengoperasian kembali, sedangkan 37% mendukungnya.

Kekhawatiran masyarakat utamanya berfokus pada risiko kecelakaan serius, serta ketidakpercayaan terhadap sistem keselamatan yang ada. Pada 8 Januari, tujuh kelompok penentang bahkan mengajukan petisi kepada TEPCO dan Otoritas Regulasi Nuklir Jepang, dengan hampir 40.000 tanda tangan sebagai bentuk protes.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU