Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) baru saja mengumumkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) setelah berlangsungnya Piala Asia Futsal 2026.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz
Denda signifikan dikenakan meskipun Timnas Futsal Indonesia berhasil mencapai final untuk pertama kalinya, mencatat prestasi penting dalam sejarah futsal tanah air.
Prestasi Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia
Timnas Futsal Indonesia menciptakan sejarah dengan mencapai final Piala Asia Futsal 2026, meskipun kalah dalam adu penalti melawan Iran.
Pertandingan final yang berlangsung di Indonesia Arena pada 7 Februari 2026 berakhir dengan skor imbang 5-5, namun Indonesia terpaksa mengakui keunggulan Iran dengan skor 4-5 dalam adu penalti.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa AFC memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen dan kehadiran penonton yang mencapai angka tinggi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Pelanggaran dan Sanksi oleh AFC
AFC mengenakan denda kepada PSSI setelah menemukan dua pelanggaran serius selama berlangsungnya turnamen.
Pelanggaran pertama terjadi saat pertandingan Indonesia melawan Korea Selatan pada 27 Januari 2026, yang diikuti oleh pertandingan Iran melawan Afganistan pada 1 Februari 2026.
PSSI dinyatakan melanggar Pasal 65 terkait perilaku penonton dan Pasal 64 mengenai penyelenggaraan pertandingan, yang mengakibatkan total denda sebesar 14 ribu dolar AS.
Rincian Denda yang Dikenakan
Dalam pertandingan Indonesia kontra Korea Selatan, PSSI gagal menjaga ketertiban stadion, yang mengakibatkan seorang individu tanpa akreditasi masuk ke area yang dilarang.
Denda sebesar 11 ribu dolar AS dikenakan untuk pelanggaran tersebut, ditambah 3 ribu dolar AS untuk pelanggaran pada laga Iran vs Afganistan, sehingga total denda mencapai 14 ribu dolar AS.
PSSI diharuskan membayar denda ini dalam waktu 30 hari sejak keputusan diumumkan oleh AFC.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: