Cacahan kertas yang diduga berasal dari uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu baru-baru ini ditemukan di tempat pembuangan sampah liar di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Penemuan tersebut terjadi saat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan terkait dugaan limbah medis yang dibuang sembarangan.
Latar Belakang Penemuan Cacahan Kertas
Cacahan kertas tersebut ditemukan ketika tim DLH Kabupaten Bekasi menjalankan inspeksi lokasi sebagai pendamping Kementerian Lingkungan Hidup. Dedi Kurniawan, Humas DLH Kabupaten Bekasi, menjelaskan bahwa mereka menerima laporan mengenai limbah medis yang diduga dibuang di lokasi tersebut.
"Yang minggu kemarin sempat ramai itu kita pendampingan dari Gakkum Kementerian LH. Temuannya itu, awalnya sampah medis, ternyata tidak ditemukan," ungkap Dedi.
Inspeksi ini merupakan bagian dari usaha DLH untuk memastikan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat pembuangan limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal
Proses Pencarian dan Temuan di Lapangan
Selama pemeriksaan, tim DLH melakukan sidak di beberapa titik untuk mencari limbah medis yang dilaporkan. Namun, saat menyisir daerah tersebut, mereka hanya menemukan bungkusan plastik berwarna kuning yang diharapkan berisi limbah medis, namun ternyata kosong.
"Waktu kita cross-check ke lapangan, sewaktu sidak itu isinya sampah organik, seperti wortel, kangkung, dan sebagainya yang dijadikan untuk bahan pakan magot," tambah Dedi.
Penemuan ini menunjukkan bahwa laporan mengenai keberadaan limbah medis mungkin tidak memenuhi fakta yang ada.
Reaksi dan Tindakan Selanjutnya
Di luar dugaan, setelah menyisir TPS liar lebih dalam, tim DLH menemukan cacahan kertas berwarna merah dan biru yang diduga merupakan uang kertas pecahan. Dedi menegaskan, "Yang ditemukan malah cacahan uang Rp 100 ribu, memang itu riil uang kertas, dan itu uang asli."
Temuan ini telah menimbulkan kehebohan di media sosial, dengan gambar-gambar potongan uang yang beredar di banyak platform. Pihak DLH kini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai identitas pihak yang membuang potongan-potongan uang tersebut.
Rencana tindakan selanjutnya termasuk mengambil langkah sesuai arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam menangani masalah sampah ini.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: