Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 15:02 WIB

Penurunan Tingkat Kemiskinan di Indonesia Berdasarkan Laporan BPS

Author

Penurunan Tingkat Kemiskinan di Indonesia Berdasarkan Laporan BPS

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia menunjukkan penurunan yang signifikan pada September 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 23,36 juta jiwa, menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Persentase penduduk miskin juga berkurang menjadi 8,25 persen, sebuah tanda positif bagi pemulihan ekonomi setelah masa pandemi. Ini mencerminkan perbaikan dalam taraf hidup bagi masyarakat di seluruh negara.

Tren Penurunan Kemiskinan

BPS mencatat penurunan yang mencolok dalam persentase kemiskinan nasional, yang kini berada di angka 8,25 persen. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin pada September 2025 adalah 23,36 juta jiwa, turun dari 24,06 juta jiwa setahun sebelumnya.

Amalia menambahkan bahwa penurunan ini mencakup both wilayah perkotaan dan perdesaan. Di perkotaan, persentase kemiskinan mencapai 6,60 persen, sedangkan di perdesaan tercatat 10,72 persen, yang menunjukkan a positive shift in living standards.

Sebagian besar penurunan jumlah penduduk miskin terjadi di wilayah pedesaan, dengan pengurangan sebesar 0,40 juta jiwa. Sementara itu, penurunan di perkotaan tercatat hanya 0,09 juta jiwa, yang menunjukkan efektivitas berbagai program peningkatan kesejahteraan.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Pengaruh Ekonomi dan Faktor Penyebab

Amalia menyoroti bahwa pemulihan ekonomi pasca-pandemi sangat berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Laporan menunjukkan bahwa meski ada fluktuasi harga yang mempengaruhi, tren umum adalah penurunan kemiskinan dari September 2014 hingga September 2025.

Tingkat kemiskinan tertinggi dicatat pada Maret 2015, dengan 28,59 juta orang miskin. Penting untuk dicatat bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak berdampak luas terhadap peningkatan kemiskinan pada waktu itu.

Amalia mengungkapkan pentingnya strategi kebijakan berkelanjutan agar perbaikan bisa terus terlaksana, dan tidak terganggu oleh faktor-faktor eksternal yang bisa mengancam.

Distribusi Penduduk Miskin di Indonesia

Laporan BPS juga memberikan gambaran mengenai distribusi penduduk miskin di berbagai pulau. Amalia menyebutkan bahwa angka tertinggi terdapat di Pulau Maluku dan Papua, dengan persentase mencapai 18,22 persen, sedangkan Pulau Kalimantan memiliki angka terendah di 5,02 persen.

Meskipun demikian, secara absolut, Pulau Jawa masih menduduki posisi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi, yaitu 12,32 juta orang. Ini menunjukkan perlunya perhatian tersendiri bagi wilayah yang memiliki angka kemiskinan tinggi untuk mencapai pemerataan ekonomi.

Fokus pada penduduk yang terpinggirkan di berbagai wilayah perlu ditingkatkan agar upaya pengurangan kemiskinan dapat berlanjut dan memberikan hasil yang lebih baik.

Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU