Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 10:30 WIB

Indonesia Tangguhkan Pembayaran Iuran Board of Peace Sebesar Rp16,8 Triliun

Author

Indonesia Tangguhkan Pembayaran Iuran Board of Peace Sebesar Rp16,8 Triliun

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace bersifat sementara dan tidak mengikat. Meskipun Indonesia berpartisipasi dalam inisiatif gencatan senjata di Gaza, pembayaran iuran sebesar USD 1 miliar atau setara Rp16,8 triliun belum dilakukan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang

Dalam penjelasannya, Teddy menegaskan bahwa kontribusi Indonesia tidak membebani negara dan bisa menghentikan keanggotaan kapan saja. Meskipun belum membayar, partisipasi Indonesia dianggap sebagai langkah positif untuk membantu meredakan konflik di Palestina.

Keanggotaan dan Peran Indonesia di Board of Peace

Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace tidak bersifat permanen. Ia menekankan, "Keanggotaan bersifat tidak tetap. Indonesia sewaktu-waktu dapat menarik diri dari keanggotaan."

Walaupun status keanggotaan Indonesia tidak tetap, upaya ini dilihat sebagai langkah konkret untuk mengurangi konflik yang terjadi di Palestina. Menurut Teddy, peran Indonesia tidak hanya terfokus pada kehadiran di konferensi, tetapi juga berupaya untuk meredakan konflik secara langsung.

Klarifikasi tentang Iuran dan Pembayaran

Mengenai iuran sebesar USD 1 miliar, Teddy menjelaskan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan rekonstruksi di Gaza. Namun, penting untuk dicatat bahwa pembayaran iuran kepada Board of Peace tidak bersifat wajib.

Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial

"Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar, maka akan menjadi anggota tetap. Namun, bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar," terang Teddy.

Pernyataan ini menyoroti bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace masih dapat berlanjut meskipun tanpa adanya keharusan untuk melakukan pembayaran yang bersifat mengikat.

Diplomasi dan Capaian Strategis Indonesia

Selain membahas Board of Peace, Teddy juga mengungkapkan capaian diplomasi yang diraih oleh Indonesia. Diplomasi yang dijalankan oleh Menteri Prabowo Subianto telah berhasil memperoleh berbagai pencapaian yang signifikan dalam satu tahun terakhir.

Salah satu pencapaian penting adalah bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, kelompok negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia. Teddy menyatakan, "Indonesia bergabung dengan BRICS, yang beranggotakan, di antaranya Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India yang merupakan kekuatan ekonomi dunia."

Keberhasilan dalam penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa hingga kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi juga menjadi catatan penting. Keikutsertaan Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang diprakarsai oleh Amerika Serikat merupakan bagian dari langkah diplomasi yang lebih luas.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU