Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor telah resmi meninggalkan kediamannya di Kastil Windsor dan berpindah ke estate kerajaan di Inggris timur. Kepindahan ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan media terkait masalah yang melibatkan dirinya dalam kasus Jeffrey Epstein.
Baca juga: Kasus Tragis Anggota Brimob Terkait Pengemudi Ojek Online Masuki Jalur Pidana
Keputusan Andrew untuk pindah didorong oleh munculnya dokumen penting yang mengungkap keterkaitannya dengan Epstein, yang memicu reaksi publik dan pernyataan dari sejumlah tokoh politik di Inggris.
Kembali ke Royal Estate
Setelah hampir dua dekade tinggal di Royal Lodge, Windsor, Pangeran Andrew memutuskan untuk meninggalkan tempat tinggal tersebut. Menurut laporan AFP yang mengacu pada BBC, keputusan ini merupakan respons terhadap tekanan dari media dan masyarakat yang terus meningkat.
Saat ini, Andrew menempati estate Sandringham di Norfolk sementara kediaman permanennya di Marsh Farm sedang dalam proses renovasi. Pindahnya Andrew ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam kehidupannya, yang telah berulang kali menjadi subjek pemberitaan terkait skandal hukum.
Dengan berpindah ke estate kerajaan, Pangeran Andrew sepertinya mencoba menjauh dari sorotan dan menikmati ketenangan dalam suasana yang lebih privat. Namun, tantangan di luar tetap memaksa publik untuk mencerna berita-berita yang berkaitan dengannya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Dokumen Amerika Serikat dan Penyelidikan
Pengumuman pindahnya Pangeran Andrew bertepatan dengan dirilisnya dokumen oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang mengungkap informasi sensitif mengenai hubungan Andrew dengan Epstein. Salah satu bukti mencakup foto Pangeran Andrew berlutut di samping seorang wanita yang terbaring di lantai.
Munculnya dokumen ini semakin meningkatkan tekanan terhadap Andrew, terutama setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa Andrew seharusnya memberikan kesaksian di depan Kongres AS terkait apa yang diketahuinya tentang kejahatan Epstein.
Kendati Andrew membantah semua tuduhan tersebut, situasi ini menimbulkan banyak pertanyaan seputar keterlibatannya dan bagaimana ia berhubungan dengan kasus besar ini yang melibatkan banyak tokoh berpengaruh.
Tanggapan dan Kontroversi
Pangeran Andrew telah membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya, namun pada tahun 2022, ia setuju untuk membayar sejumlah uang kepada Virginia Giuffre, seorang korban Epstein, meskipun tanpa mengakui kesalahan. Giuffre dilaporkan meninggal akibat bunuh diri pada tahun lalu, menambah dimensi rumit dari situasi yang dihadapi Andrew.
Tak hanya Andrew, kasus Jeffrey Epstein sendiri juga berakhir dengan kematian karena bunuh diri di penjara saat menunggu proses hukum atas tuduhan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai interaksi dan keterhubungan antara tokoh-tokoh berpengaruh di tengah skandal besar semacam ini.
Situasi yang melibatkan Pangeran Andrew bukan hanya sekadar masalah pribadi, tetapi juga menyangkut reputasi dan integritas institusi kerajaan Inggris di mata publik.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: