Aktivitas virus influenza di Amerika Serikat menunjukkan peningkatan, terutama disebabkan oleh bertambahnya kasus influenza B. Kenaikan ini terlihat signifikan di kalangan anak-anak berusia antara 5 hingga 17 tahun.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Epidemiolog menyatakan bahwa peningkatan ini mungkin terkait dengan musim dingin yang melanda sebagian besar wilayah AS, yang secara langsung mempengaruhi jumlah kasus flu yang terdeteksi.
Peningkatan Kasus Influenza B
Menurut Dr. Caitlin Rivers, epidemiolog terkemuka, 'Kami melihat puncak kedua, atau lonjakan ulang kasus flu.' Peningkatan ini bertepatan dengan perubahan musim yang membawa cuaca dingin, dan hal ini diduga menjadi faktor utama penyebab lonjakan kasus yang terjadi.
Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan adanya sedikit peningkatan kasus influenza tipe B meskipun hanya kurang dari satu poin persentase dibandingkan pekan sebelumnya. Di sisi lain, aktivitas flu tipe A tetap terpantau stabil di seluruh wilayah.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Perbandingan Influenza A dan B
Influenza B adalah virus yang berbeda dari influenza A, menunjukkan bahwa seseorang bisa mengalami infeksi kembali meskipun sudah pernah sakit sebelumnya dengan strain yang berbeda. Vaksin flu tahun ini dirumuskan untuk memberikan perlindungan terhadap dua strain influenza A dan satu strain influenza B.
Gejala influenza A dan B umumnya mirip, termasuk demam tinggi, sakit tenggorokan, batuk, nyeri tubuh, dan kelelahan. Pengobatan antiviral tersedia untuk kedua jenis flu ini, diharapkan dapat mengurangi dampak penyakit serta rawat inap yang diakibatkan.
Statistik dan Dampak Kesehatan
Hingga pekan yang berakhir pada 24 Januari, jumlah kasus flu di Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekitar 87 persen disebabkan oleh influenza tipe A, sementara 13 persen berasal dari tipe B. Peta nasional CDC menunjukkan beban influenza tersebut sangat tinggi di banyak negara bagian.
Sebanyak 29 negara bagian melaporkan aktivitas flu yang tinggi hingga sangat tinggi, sementara 10 negara bagian lainnya berada pada tingkat sedang. Lonjakan ini berdampak serius, terutama bagi anak-anak, dengan jumlah kematian akibat flu mencapai 52 kasus di musim ini.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: