Jenazah Meriyati Hoegeng tiba di Taman Pemakaman Giritama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 11.18 WIB.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan dari institusi Polri dan dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi serta sanak keluarga.
Penjemputan dan Proses Pemakaman
Jenazah Meriyati Hoegeng diangkut menggunakan mobil ambulans polisi dan diiringi oleh anggota Polri menuju lokasi pemakaman.
Setibanya di Taman Pemakaman Giritama, prosesi pemakaman diawali dengan upacara penghormatan yang dipimpin oleh pihak kepolisian.
Meriyati, yang berusia 100 tahun saat meninggal akibat sakit, diakui memiliki legasi yang mendalam di kalangan keluarga dan sahabat.
Mantan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana, mengkonfirmasi bahwa Meriyati berpulang pada pukul 13.24 WIB.
Pesan Duka dan Kehadiran Petinggi Polri
Kabar duka ini cepat menyebar di media dan publik, menciptakan suasana haru di tengah prosesi pemakaman.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Hadir dalam iring-iringan pemakaman Jenderal Listyo Sigit selaku Kapolri dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, yang menunjukkan penghormatan tinggi dari institusi kepada almarhumah.
Masyarakat dan keluarga besar diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir, mencerminkan kedekatan Meriyati dengan berbagai kalangan.
Suasana pemakaman berjalan dengan penuh haru, menandakan kehilangan sosok yang sangat berarti bagi banyak orang.
Warisan dan Kenangan Meriyati Hoegeng
Sebagai istri dari Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Meriyati dikenal luas dan dihormati di berbagai kalangan.
Kehadirannya dalam berbagai kegiatan sosial maupun kepolisian memperkuat peran perempuan dalam institusi negara, khususnya dalam mendampingi suami yang berkarir cemerlang di Polri.
Meriyati akan selalu diingat oleh keluarga, teman, serta mereka yang pernah terlibat dalam aktivitas sosial.
Kehilangan sosok inspiratif ini meninggalkan harapan agar warisannya dikenang oleh generasi mendatang.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: