Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 17:25 WIB

Mengapa Energi Kita Rentan Menurun di Awal Bulan Puasa

Author

Mengapa Energi Kita Rentan Menurun di Awal Bulan Puasa

Saat memasuki bulan puasa, banyak orang melaporkan merasa lebih lemas dan kurang bertenaga. Ini sering menjadi bahan diskusi hangat di kalangan masyarakat.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Setelah Kalahkan Fritz

Berbagai faktor dapat menjelaskan mengapa tubuh mengalami kondisi ini, mulai dari perubahan pola makan hingga faktor fisik dan emosional.

Perubahan Pola Makan

Selama bulan puasa, pola makan kita mengalami perubahan drastis. Hanya makan dua kali sehari, di waktu sahur dan berbuka, telah terbukti memberi dampak signifikan terhadap tingkat energi.

Kurangnya asupan selama sehari penuh dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang jadi penyebab utama rasa lelah. Selain itu, kita cenderung memilih makanan yang lebih berat saat berbuka, yang berpotensi menambah ketidaknyamanan pada sistem pencernaan.

Makanan yang tinggi gula dan karbohidrat tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bisa membuat kita merasa lesu setelah mengonsumsinya. Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan yang seimbang dan bergizi untuk mendukung aktivitas sepanjang hari.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Adaptasi Tubuh

Proses adaptasi tubuh saat berpuasa memerlukan waktu agar sistem metabolisme dapat menyesuaikan diri. Biasanya, beberapa hari diperlukan untuk beradaptasi dengan ritme baru ini.

Selama masa transisi tersebut, tubuh mulai mengoptimalkan penggunaan cadangan energi yang ada. Namun, dehidrasi yang mungkin terjadi akibat berkurangnya asupan air pada awal puasa bisa memperburuk rasa lemas ini.

Menyediakan waktu untuk tubuh beradaptasi dengan cara yang sehat sangat penting agar kita bisa menjalani puasa dengan lebih baik.

Kurang Tidur dan Stres

Kurangnya waktu tidur juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan selama bulan puasa. Wajib bangun lebih awal untuk sahur seringkali mengganggu kualitas tidur kita.

Stres juga meningkat karena meningkatkan aktivitas sehari-hari selama bulan puasa. Ketika stres meningkat, tubuh kita memproduksi hormon kortisol yang dapat merusak kadar energi secara keseluruhan.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat agar tubuh tetap bertenaga sepanjang bulan suci.

Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU