Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 22:10 WIB

Tim SAR Tingkatkan Upaya Pencarian Korban Longsor di Bandung Barat

Author

Tim SAR Tingkatkan Upaya Pencarian Korban Longsor di Bandung Barat

Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari kesepuluh dengan penemuan tujuh kantung jenazah baru.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton Optimal

Total kantung jenazah yang berhasil dievakuasi kini mencapai 83, melibatkan ribuan personel dan berbagai alat berat.

Detail Operasi Pencarian

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa keselamatan personel adalah prioritas utama dalam operasi ini. 'Memasuki hari ke-10, kegiatan pencarian dan evakuasi terus dilaksanakan dengan fokus utama keselamatan personel,' ujarnya.

Tim SAR berhasil menemukan tujuh bodypack yang terletak di beberapa titik berbeda. Penemuan ini memperlihatkan efektivitas strategi pencarian yang diterapkan di seluruh area longsor.

Ade juga menyampaikan bahwa satu korban ditemukan dalam lebih dari satu bodypack meskipun terdaftar dengan identitas tunggal. 'Jumlah bodypack yang ditemukan memang melebihi daftar pencarian,' tambahnya.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Identifikasi Korban

Hingga pukul 16.20 WIB pada 2 Februari 2026, proses identifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI) telah berlangsung terhadap 63 bodypack. Dari total tersebut, sebanyak 61 korban telah teridentifikasi dengan baik.

Dari korban yang teridentifikasi, 45 orang sesuai dengan daftar pencarian 80 korban yang dilaporkan warga setempat. Sementara itu, 14 korban lainnya tidak ada dalam daftar pencarian, diduga berasal dari anggota Marinir.

Dua korban ditemukan sebagai warga luar daerah yang tengah menginap di rumah kerabat. 'Dengan kondisi ini, masih terdapat 35 korban yang belum dipastikan identitasnya,' jelas Ade.

Proses Evakuasi dan Keselamatan

Tim SAR gabungan terus menerapkan kehati-hatian tinggi selama proses evakuasi, mengingat medan yang tidak stabil dan potensi hujan. Prosedur penanganan jenazah diperketat untuk menghindari risiko kesehatan yang mungkin timbul.

Ade menegaskan bahwa seluruh petugas wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) selama operasi. 'Seluruh petugas wajib menggunakan hazmat, masker, dan sarung tangan panjang,' imbuhnya.

Sebelum menjalankan tugas, petugas juga diwajibkan untuk mendapatkan vaksin tetanus sebagai langkah pencegahan terkait dengan kondisi jenazah yang telah mengalami dekomposisi.

Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU