Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto membahas kekhawatiran signifikan para pemimpin dunia tentang potensi pecahnya Perang Dunia III.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Pernyataan ini muncul saat berhadapan dengan berbagai kepala negara di ajang World Economic Forum (WEF) di Davos baru-baru ini.
Kekhawatiran Global Terhadap Konflik Dunia
Dalam taklimat yang berlangsung di Sentul, Bogor, pada Senin, 2 Februari 2026, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekhawatiran terkait konflik global menjadi isu mendesak di kalangan pemimpin dunia.
Ia mencatat bahwa pertemuan di Davos dihadiri oleh puluhan kepala negara yang menunjukkan kegelisahan atas situasi keamanan internasional.
Prabowo menyebutkan, "Hampir semua merisaukan pecahnya Perang Dunia ke III," menekankan bahwa isu ini tidak bisa diabaikan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dampak Potensial bagi Indonesia
Presiden Prabowo juga menjelaskan kemungkinan dampak yang dapat dialami Indonesia jika perang nuklir terjadi, meskipun negara ini tidak terlibat langsung dalam konflik.
Dampak yang dikhawatirkan termasuk kontaminasi ikan akibat hujan partikel radioaktif dan kemungkinan terjadinya "nuclear winter" yang dapat berlangsung selama puluhan tahun.
Ia menjelaskan bahwa, "Mungkin ikan-ikan kita akan terkontaminasi semua, akan terjadi nuclear winter, karena debu menutup matahari," memberikan gambaran serius tentang konsekuensi dari perang nuklir.
Prinsip Diplomasi Indonesia di Tengah Ancaman
Dalam menghadapi ancaman tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap prinsip luar negeri bebas aktif.
Ia menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk tidak terlibat dalam blok manapun dan menjalankan politik luar negeri yang independen.
Menurutnya, "Kita tidak akan mengikut pakta militer manapun," mencerminkan keleluasaan dalam rangka menjaga perdamaian dan stabilitas nasional.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: