Mbah Kirno, seorang pria berusia 60 tahun dari Desa Temon, Kabupaten Ponorogo, telah terkurung selama dua dekade karena keyakinan keluarganya akan ilmu kanuragan rawarontek. Penemuan ini mencuat setelah video evakuasi oleh Ipda Purnomo, memberikan gambaran kondisi Mbah Kirno yang memprihatinkan.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Evakuasi tersebut mengungkap betapa Mbah Kirno, yang menderita gangguan jiwa, hidup terisolasi dan tanpa perawatan medis. Kejadian ini menyoroti stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih berkembang di masyarakat.
Kondisi Mbah Kirno dan Proses Evakuasi
Selama 20 tahun terakhir, Mbah Kirno dikurung oleh keluarganya karena dianggap berbahaya akibat ilmu rawarontek. Seluruh kebutuhan dasarnya dipenuhi oleh adiknya melalui celah jeruji, sehingga ia terisolasi dari dunia luar.
Kepercayaan bahwa Mbah Kirno akan menjadi ancaman jika dibiarkan berkeliaran berakar pada mitos dan ketidakpahaman tentang gangguan jiwa. Ipda Purnomo mengungkap, "Mbah Kirno menderita gangguan jiwa dan tidak pernah mendapatkan penanganan medis yang memadai."
Video evakuasi memperlihatkan aparat membuka jeruji besi. Mbah Kirno terlihat terbaring tidak berdaya, menutupi wajah dan tubuhnya dengan kain sarung, mengundang simpati banyak orang.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Rawarontek: Mitos yang Menakutkan
Rawarontek dianggap sebagai ilmu kanuragan legendaris dalam budaya Nusantara, yang menimbulkan rasa takut di masyarakat. Pemiliknya diyakini memiliki kemampuan kebal dan tidak dapat mati selama tubuhnya menyentuh tanah.
Mitos lain menyatakan bahwa tubuh yang terputus bisa kembali menyatu jika terkena elemen tanah. Untuk mengalahkan penguasanya, jasad harus dipisahkan atau dikuburkan di lokasi berbeda, menambah rasa mistis di balik kepercayaan tersebut.
Keberadaan makam gantung di Jawa Timur menjadi bukti fisik dan memperlihatkan kompleksitas pemahaman masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa mitos ini tidak hanya fiksi tetapi tertanam kuat dalam tradisi dan kepercayaan.
Stigma terhadap ODGJ dan Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Mbah Kirno adalah contoh nyata stigma yang dihadapi oleh ODGJ di Indonesia, di mana banyak kasus serupa masih terjadi. Ketidakpahaman masyarakat terhadap gangguan jiwa sering kali berujung pada pengurungan atau tindakan ekstrem lainnya.
Ipda Purnomo menekankan perlunya perawatan yang lebih manusiawi bagi ODGJ, menyatakan, "ODGJ mengikuti proses perawatan dan pemahaman dari lingkungan sekitar." Kesedihan dan dukungan sosial yang memadai diperlukan untuk membantu pemulihan.
Kisah ini menyoroti kebutuhan untuk menyadarkan masyarakat tentang kesehatan mental dan penanganan yang kemanusiaan bagi ODGJ. Penting agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan dengan meningkatkan pemahaman dan empati terhadap mereka yang menghadapi kondisi ini.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: