Jumat, 30 JANUARI 2026 • 15:21 WIB

Penghentian Sementara Operasional RDF Rorotan Sebagai Tanggapan Terhadap Protes Warga

Author

Penghentian Sementara Operasional RDF Rorotan Sebagai Tanggapan Terhadap Protes Warga

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan penghentian sementara operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan. Langkah ini diambil menyusul adanya keluhan dari warga mengenai bau menyengat yang diduga berasal dari kegiatan pengolahan dan pengangkutan sampah.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Pramono menekankan bahwa inti masalah tidak terletak pada proses pengolahan, melainkan pada sistem transportasi sampah yang berdampak pada kenyamanan masyarakat. Ia berharap langkah ini dapat merespons keluhan yang semakin meluas di kalangan warga.

Protes Masyarakat Terkait Bau

Warga Rorotan telah mengungkapkan berbagai keluhan mengenai dampak kesehatan yang timbul akibat bau dari fasilitas RDF. Beberapa di antaranya mengeluhkan masalah kesehatan fisik dan tekanan mental yang dirasakan akibat aktivitas di fasilitas tersebut.

Dalam pernyataannya, Pramono menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk bertanggung jawab atas biaya pengobatan warga jika diperlukan. "Kalau ada biaya, sebenarnya pemerintah DKI Jakarta bisa bertanggung jawab," ujarnya.

Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer

Masalah pada Proses Transportasi

Menurut Pramono, bau menyengat yang dikeluhkan oleh warga banyak disebabkan oleh air lindi yang jatuh selama proses pengangkutan sampah. Ia menjelaskan bahwa kebocoran air lindi dari armada angkut yang sudah tua menjadi salah satu penyebab keluhan tersebut.

Selama ini, RDF Rorotan beroperasi dengan kapasitas antara 200 hingga 500 ton per hari tanpa permasalahan berarti. Namun, masalah mulai muncul saat proses pengangkutan sampah dilakukan menuju fasilitas.

Langkah Pemprov DKI Jakarta

Pramono mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah untuk memperbaiki masalah transportasi dengan membeli armada pengangkut sampah baru pada tahun 2025. Ia melarang penggunaan kendaraan yang sudah tua dan dianggap tidak layak, demi mengurangi bau yang mengganggu.

Walaupun ada protes dari masyarakat, Pramono menegaskan bahwa fasilitas RDF Rorotan tidak dapat ditutup sepenuhnya mengingat besarnya investasi yang telah dikeluarkan untuk pembangunan fasilitas tersebut. Komitmen untuk mendengarkan aspirasi warga dan mencari solusi terbaik tetap menjadi fokusnya.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU