Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa modus tindak pidana korupsi kini semakin kompleks dan cenderung menggunakan skema layering. Hal ini terungkap dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, di mana Setyo menekankan perlunya adaptasi dalam penanganan isu tersebut.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
KPK dituntut untuk menyesuaikan strategi operasinya guna mengatasi evolusi modus korupsi yang semakin canggih. Penegakan hukum harus lebih efektif agar dapat mengungkap keseluruhan proses yang terjadi di balik praktek korupsi.
Dinamika Penanganan Korupsi
KPK telah melakukan penyesuaian pada metode operasionalnya seiring dengan berkembangnya modus pelaku korupsi. Setyo menegaskan bahwa operasi tangkap tangan (OTT) tetap berfokus pada laporan masyarakat yang ditindaklanjuti melalui penyelidikan tertutup.
Dalam konteks ini, Setyo menjelaskan, "Nah dari proses penyelidikan tertutup itu lah, kemudian terhadap pelaku yang tertangkap tangan itu kami lakukan penindakan atau proses," mencerminkan prosedur hukum yang ketat.
Dari penangkapan ini, KPK kini dituntut untuk menelusuri lebih jauh dan mengamankan pihak-pihak lain dalam waktu 1x24 jam. Keberhasilan dalam hal ini dianggap sangat penting untuk mengungkap seluruh proses yang terjadi.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Peralihan Modus Operasi
Setyo menjelaskan bahwa perubahan modus operasional memerlukan adaptasi dari lembaga penegak hukum. "Jadi OTT yang sekarang ini prosesnya sudah beralih, modusnya sudah berubah," tegasnya, menunjukkan pergeseran ke penggunaan perantara dalam transaksi yang lebih rumit.
Dari metode face to face yang sebelumnya umum, kini modus pelaku telah beralih ke skema layering. Hal ini membuat transaksi menjadi sulit untuk dilacak, bahkan oleh pihak penegak hukum.
Struktur modus baru ini tidak sekadar melibatkan satu individu, melainkan menciptakan rangkaian aktivitas yang terkadang tidak terlihat langsung.
Ruang Lingkup Penindakan KPK
Menghadapi korupsi yang semakin cerdik, KPK tidak hanya membidik individu yang tertangkap dalam transaksi. Setyo menekankan bahwa banyak pelaku terjerat berdasarkan pengembangan bukti dan penyelidikan mendalam.
"Dan ada bukti-bukti yang lain yang bisa mendukung bahwa yang bersangkutan, meskipun tidak secara langsung tertangkap tangan, tapi merupakan satu bentuk rangkaian dalam perbuatan tersebut," jelasnya.
Pendekatan ini menegaskan kesiapan KPK dalam menghadapi pelaku korupsi yang beroperasi dengan strategi yang lebih sophisticated.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: