Banyak orang menyadari bahwa kebiasaan lama bisa menjadi penghalang dalam mencapai kemajuan, meskipun keinginan untuk berubah sering kali ada. Berbagai faktor dapat membuat seseorang terjebak kembali pada rutinitas yang sudah ada.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia dan Siap Perkuat Timnas
Salah satu penyebab utama dari ketidakmampuan untuk mengubah kebiasaan ini adalah kenyamanan. Kebiasaan yang telah terjalin lama menawarkan rasa aman yang membuat perubahan terasa menakutkan.
Faktor Psikologis dalam Kebiasaan
Kebiasaan yang terbentuk dari pola pikir yang sudah terinternalisasi sering membuat proses pengubahan terasa berat. Psikolog menyatakan bahwa otak manusia memilih jalur yang paling mudah untuk menghemat energi.
Selain itu, identitas seseorang seringkali terikat pada kebiasaan tersebut, yang membuat perubahan terasa seperti kehilangan. Hal ini menjadi alasan kuat bagi banyak orang untuk menunda proses perubahan.
Lebih jauh lagi, perubahan kebiasaan biasanya melibatkan pertentangan emosional. Jika seseorang sangat terikat secara emosional dengan kebiasaannya, maka kemungkinan untuk melakukan perubahan menjadi jauh lebih kecil.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Lingkungan dan Dukungan Sosial
Lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh dalam proses mengubah kebiasaan seseorang. Ketika berada di lingkungan yang mendukung kebiasaan lama, maka upaya untuk berubah akan semakin sulit.
Misalnya, saat seseorang berusaha berhenti merokok, keberadaan teman-teman yang masih merokok dapat memperbesar godaan untuk kembali ke kebiasaan tersebut.
Dukungan sosial dari orang-orang terdekat sangat penting, karena tanpa itu, niat untuk berubah bisa mudah memudar menjadi sekadar keinginan tanpa tindakan.
Strategi Mengubah Kebiasaan
Walaupun mengubah kebiasaan lama itu sulit, ada strategi yang dapat diterapkan untuk membantu dalam proses tersebut. Salah satunya adalah membangun kebiasaan baru secara bertahap alih-alih langsung mengganti kebiasaan yang sudah ada.
Menetapkan tujuan kecil yang terukur juga bisa menjadi cara efektif untuk memotivasi diri. Riset menunjukkan bahwa berhasil mencapai tujuan kecil dapat meningkatkan rasa percaya diri, yang pada gilirannya memfasilitasi investasi lebih lanjut dalam perubahan.
Sebagai contoh, untuk hidup lebih sehat, lebih baik memulai dengan memperbaiki pola makan sedikit demi sedikit, daripada langsung menerapkan diet ketat yang justru bisa memberikan efek sebaliknya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: