Kontingen Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih posisi runner up di ASEAN Para Games (APG) 2025 yang berlangsung di Thailand.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Total 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu menjadi bukti solidnya performa para atlet selama event internasional ini.
Penutupan APG 2025 di Thailand
ASEAN Para Games ke-13 resmi ditutup pada Senin malam, 26 Januari 2026, di Nakhon Ratchasima. Thailand menjadi juara umum dengan total 175 medali emas yang mengungguli negara-negara lainnya.
Ketua Kontingen Indonesia, Leani Ratri Oktila, menuturkan, "Kami bangga dan bersyukur bisa berkontribusi untuk membawa Kontingen Indonesia berada di posisi kedua di APG Thailand ini."
Prestasi ini menunjukkan dedikasi dan usaha keras para atlet, serta dukungan dari semua pihak terkait. Dengan perolehan ini, Indonesia tetap menjadi kekuatan penting di ajang olahraga para internasional.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Suasana Pesta Penutupan
Upacara penutupan dimeriahkan dengan pertunjukan musik dan tarian lokal yang menarik perhatian ribuan pengunjung. Stadion dengan kapasitas 24 ribu penonton penuh sesak, menikmati pertunjukan lampu LED, laser, dan kembang api yang spektakuler.
Selama parade defile, kontingen Indonesia mendapat sambutan positif dari penonton. Acara berakhir dengan penyerahan bendera Asean Para Sport Federation (APSF) dari Thailand kepada Malaysia yang akan menjadi tuan rumah APG 2027.
Capaian Mengesankan Para Atlet
Atlet Indonesia tampil luar biasa, termasuk Jendi Pangabean yang meraih tujuh medali emas, menunjukkan kemajuan signifikan dalam olahraga para di tanah air. Ini adalah bukti nyata dari program pembinaan dan latihan yang intensif.
Atlet para panahan putra, Ken Swagumilang, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan. Ken berharap, "Semoga ke depan kita mampu lebih berjaya lagi," menunjukkan harapan tinggi untuk masa depan.
Capaian ini diharapkan tidak hanya menjadi puncak tetapi juga memotivasi atlet lain untuk terus berjuang dan berprestasi di tingkat internasional.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: