Selasa, 27 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Virus Nipah di Indonesia

Author

Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Virus Nipah di Indonesia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa saat ini belum ada laporan mengenai kasus virus Nipah di Tanah Air.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Komitmen Terhadap Transparansi Anggaran

Pernyataan ini muncul di tengah merebaknya kasus yang dilaporkan di beberapa negara, terutama India.

Langkah-langkah Pencegahan yang Diterapkan

Untuk mencegah masuknya virus Nipah, Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan orang dan barang dari negara-negara yang terpapar.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menyatakan, 'Meningkatkan pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut yang secara langsung maupun tidak langsung dari negara atau daerah yang melaporkan adanya kasus penyakit virus Nipah.'

Pemerintah juga telah mengedarkan notifikasi terbaru mengenai virus Nipah yang dapat diakses melalui kanal resmi mereka, bertujuan untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat dan pelaku perjalanan yang kembali ke Indonesia.

Dengan aplikasi All Indonesia, setiap pelaku perjalanan luar negeri diwajibkan untuk melapor, sehingga Kementerian Kesehatan dapat mengidentifikasi gejala yang mungkin dialami dari negara-negara terjangkit.

Deteksi Dini dan Penanganan Kasus

Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan deteksi dini terhadap gejala yang berhubungan dengan virus Nipah.

Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Widyawati menjelaskan, 'Pemerintah juga akan melakukan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan terhadap seseorang yang mengalami gejala.' Ini khusus ditujukan kepada individu yang telah melakukan perjalanan dari negara terpapar dalam 14 hari terakhir.

Sejalan dengan itu, pemantauan lokal melalui surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di rumah sakit juga akan diperkuat untuk memastikan respons cepat terhadap setiap potensi kasus.

Prosedur pelaporan kasus pun dilakukan melalui sistem Event-based Surveillance dan Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan.

Situasi Global dan Laporan Kasus

Mengacu pada informasi global dan data dari WHO, hingga 23 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga suspek penyakit virus Nipah di West Bengal, India.

Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ada laporan kematian terkait infeksi ini.

Widyawati menekankan pentingnya kewaspadaan, mengingat perubahan situasi global yang cepat dalam penyebaran penyakit baru, dan menyatakan bahwa penanganan cepat dan tepat menjadi kunci pencegahan.

Pemerintah juga aktif menyebarluaskan informasi mengenai virus Nipah melalui media komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), guna menyadarkan masyarakat akan potensi risiko yang ada.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU