Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang meminta dipulangkan dari Kamboja melonjak menjadi 2.493 orang. Lonjakan ini terjadi seiring dengan langkah pemerintah Kamboja untuk memberantas sindikat penipuan daring yang beroperasi di negara tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Data terbaru menunjukkan bahwa permohonan pemulangan ini dicatat oleh KBRI Phnom Penh dalam periode 16 hingga 26 Januari 2026. KBRI juga mengambil langkah konkret untuk membantu WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan.
Peningkatan Jumlah WNI dan Respons KBRI
KBRI Phnom Penh melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah WNI yang meminta bantuan untuk pulang. Peningkatan ini merupakan dampak dari upaya intensif pemerintah Kamboja untuk memberantas praktik penipuan daring.
Dari total permohonan, beberapa WNI sudah memiliki dokumen perjalanan yang sah, sehingga tidak mengalami kendala dalam proses kepulangan. Di sisi lain, KBRI berkomitmen untuk membantu pembuatan dokumen perjalanan bagi mereka yang belum memiliki paspor.
Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia
Pertemuan Penting dengan Pihak Berwenang Kamboja
Pada 26 Januari 2026, Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, melaksanakan pertemuan dengan Letnan Jenderal Chuon Narin, Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja. Dalam kesempatan ini, Duta Besar menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Kamboja dalam menangani kasus ini.
Letjen Chuon Narin menekankan pentingnya pengawasan terhadap kondisi keamanan WNI yang berada di lokasi penampungan serta perhatian terhadap risiko penyakit menular. Ia juga berharap seluruh WNI yang keluar dari sindikat scam dapat pulang ke tanah air dengan selamat.
Proses Pemulangan WNI dan Imbauan kepada Keluarga
Duta Besar RI melakukan kunjungan kepada sejumlah WNI yang ditampung oleh kepolisian di Phnom Penh. Beberapa dari mereka telah membeli tiket untuk pulang, sementara lainnya sedang dalam proses memperoleh dokumen perjalanan sementara.
KBRI juga memberikan imbauan kepada keluarga WNI di Indonesia untuk mengikuti perkembangan situasi melalui sumber informasi terpercaya. Hal ini penting untuk menghindari risiko scam yang mengatasnamakan KBRI terkait kepulangan mereka.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: