Bencana tanah longsor di Bandung Barat, Jawa Barat, mengakibatkan 17 jiwa melayang. Proses identifikasi terhadap jenazah-jenazah mulai dilakukan oleh tim terkait.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa identifikasi 11 dari 17 korban telah berhasil dilaksanakan.
Rincian Korban dan Proses Identifikasi
Bencana tanah longsor yang terjadi di Bandung Barat telah merenggut 17 nyawa. Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 11 jenazah, sementara enam lainnya masih dalam proses identifikasi.
Dalam pernyataannya pada Senin (26/1/2026), Abdul Muhari menyebutkan bahwa total 25 kantong jenazah telah diserahkan oleh tim SAR gabungan. “Korban meninggal dunia akibat longsor di Bandung Barat mencapai 17 orang,” ungkapnya.
Proses identifikasi berjalan lebih cepat ketika jenazah dalam keadaan utuh dan dilengkapi dengan identitas pendukung. Sebaliknya, untuk jenazah yang terdiri dari potongan, waktu yang dibutuhkan lebih lama untuk pencocokan data ante mortem.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Pencarian Lanjutan dan Strategi Tim SAR
Tim SAR gabungan kini melanjutkan pencarian korban longsor dengan strategi yang sudah terukur. “Pagi ini, proses pencarian kembali dilanjutkan dengan fokus titik pencarian yang sebelumnya sudah dipetakan melalui gambar yang diolah melalui drone,” jelas Abdul Muhari.
Tim bekerja tanpa kenal lelah untuk menemukan korban yang mungkin masih tertimbun. Selain pencarian, mereka juga melakukan pencatatan dan pemetaan untuk mempermudah proses identifikasi di lapangan.
Dari sisi hukum, pihak berwenang berkomitmen untuk menyelidiki penyebab longsor, termasuk dugaan kesalahan prosedur yang mungkin berkontribusi terhadap peristiwa tragis ini.
Tanggung Jawab Pemerintah dan Upaya Mitigasi Bencana
Kondisi ini mengundang perhatian pemerintah, di mana Menteri Dalam Negeri telah meminta agar pemerintah daerah lebih memperhatikan tata ruang serta alih fungsi lahan. Ini bertujuan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Diharapkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi dan penerapan langkah-langkah mitigasi bencana dengan lebih baik, termasuk peningkatan infrastruktur dan edukasi masyarakat mengenai risiko tanah longsor.
Kolaborasi antarinstansi juga menjadi kunci untuk memastikan penanganan dan pencegahan bencana lebih efektif dan efisien.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: