Minggu, 25 JANUARI 2026 • 19:55 WIB

Satu dari Empat Remaja di Indonesia Alami Anemia, Kemenkes Ambil Langkah Cepat

Author

Satu dari Empat Remaja di Indonesia Alami Anemia, Kemenkes Ambil Langkah Cepat

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan temuan mengkhawatirkan di mana satu dari empat remaja di Indonesia mengalami anemia. Temuan ini berasal dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan di berbagai sekolah.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menyatakan bahwa kekurangan zat besi dapat berpengaruh pada konsentrasi belajar dan produktivitas siswa, terutama pada siswa kelas 7 dan kelas 10.

Data Temuan Kemenkes

Hasil pemeriksaan menunjukkan masalah gizi pada remaja sangat memprihatinkan. Maria Endang Sumiwi menjelaskan, 'Di remaja, kami menemukan masalah gizi yang cukup memprihatinkan dan satu dari empat remaja mengalami anemia. Ini menunjukkan kondisi gizi yang kurang baik karena kekurangan darah atau zat besi.'

Pemeriksaan dilakukan khususnya pada siswa kelas 7 dan 10, di mana kelompok ini dianggap paling rentan terhadap anemia. Data yang diperoleh memberikan gambaran jelas mengenai tantangan gizi yang dihadapi oleh remaja di Indonesia.

Kemenkes mencatat bahwa anemia lebih umum ditemukan pada siswa perempuan di kelas 10 serta pada siswa kelas 7 baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini memerlukan perhatian lebih dalam pengelolaan masalah kesehatan remaja.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Langkah Pencegahan dan Intervensi

Kemenkes telah menggarisbawahi pentingnya pencegahan anemia melalui edukasi mengenai konsumsi gizi seimbang. Maria Endang Sumiwi menambahkan, 'Pencegahannya dengan makan bergizi seimbang dan rutin minum tablet tambah darah.'

Bagi remaja putri, tablet tambah darah menjadi fokus utama mengingat menstruasi yang dapat berkontribusi pada tingginya angka anemia. Program suplementasi diharapkan dapat menurunkan angka anemia di kalangan remaja secara signifikan.

Jangka panjang, intervensi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan remaja tetapi juga untuk menghasilkan generasi muda yang lebih produktif dan sehat.

Temuan Lain: Hipertensi di Kalangan Siswa

Melampaui masalah anemia, Kemenkes juga menemukan 1.547 kasus hipertensi di kalangan siswa berdasarkan skrining CKG yang berlangsung hingga Agustus 2025. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Herlina, berkata, 'Dari jumlah tersebut, 1.404 anak masuk kategori hipertensi tingkat 1, sementara 143 anak terdeteksi hipertensi tingkat 2.'

Temuan ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan tambahan mulai muncul di kalangan remaja, menjadikan pencegahan lebih penting. Herlina mengingatkan bahwa, 'deteksi dini dan intervensi harus diperkuat untuk mencegah masalah kesehatan serius di masa depan.'

Kemenkes menekankan perlunya pendekatan komprehensif untuk menangani semua aspek kesehatan remaja, bukan hanya anemia, tetapi juga masalah hipertensi dan gizi lainnya.

Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU