Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Ia menekankan pentingnya program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat meskipun di tengah tantangan global.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dalam pidatonya, Prabowo juga membahas pencapaian ekonomi dan efisiensi anggaran, serta memperkenalkan konsep 'Prabowonomics' sebagai strategi utama dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Memperkenalkan Prabowonomics
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menguraikan konsep 'Prabowonomics', yakni serangkaian strategi ekonomi yang dirancang untuk menghadapi tantangan global. Ia menekankan bahwa inovasi merupakan kunci dalam mengelola ekonomi Indonesia.
Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi numerik, melainkan juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan ekonomi dapat diukur dari tingkat hidup dan kesejahteraan rakyat.
Dia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam memajukan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Pencapaian Ekonomi dan Efisiensi Anggaran
Presiden Prabowo memaparkan bahwa meskipun terdapat ketidakpastian global, ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dan stabil. Ini mencakup pencapaian efisiensi anggaran yang berhasil menghemat anggaran negara sebesar USD 18 miliar.
Dana hasil penghematan ini tidak hanya menjadi angka, tetapi dialokasikan untuk berbagai program yang berpengaruh langsung terhadap masyarakat. Ini termasuk inisiatif kesehatan dan kesejahteraan yang dapat mengangkat taraf hidup rakyat.
Prabowo menekankan bahwa keberhasilan anggaran harus dapat dirasakan oleh masyarakat luas, sehingga program-program tersebut memiliki dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk meningkatkan gizi masyarakat. Program ini telah menjangkau sekitar 59 juta penerima, termasuk anak-anak, ibu, dan lansia yang membutuhkan.
Prabowo menegaskan bahwa MBG tidak hanya memberikan akses makanan, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya nutrisi bagi kesehatan. Tujuannya adalah untuk menurunkan angka stunting dan mempromosikan pola hidup sehat, terutama di kalangan generasi muda.
Dengan langkah konkret ini, pemerintah berharap bisa mengurangi masalah gizi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Klub Prancis Lille
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: