Jumat, 23 JANUARI 2026 • 14:49 WIB

Keputusan Membangun Perdamaian: Kehadiran Putin di Dewan Proposal Trump Jadi Sorotan

Author

Keputusan Membangun Perdamaian: Kehadiran Putin di Dewan Proposal Trump Jadi Sorotan

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengungkapkan ketidakpuasan atas keterlibatan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam Dewan Perdamaian yang diusulkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Kekhawatiran ini muncul di tengah konflik Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, menambah kompleksitas inisiatif tersebut.

Dewan Perdamaian Gagasan Trump

Inisiatif Dewan Perdamaian yang dirancang oleh Donald Trump berfokus pada pembangunan kembali Jalur Gaza pasca konflik, namun ambisius dengan tujuan menyelesaikan berbagai konflik internasional.

Dalam undangan resmi yang disampaikan kepada pemimpin dunia, tersirat bahwa peran dewan tidak terbatas pada konflik Palestina, melainkan berupaya untuk memperluas jangkauan penyelesaian masalah global.

Draf piagam yang dikirimkan juga menetapkan syarat kontribusi sebesar US$ 1 miliar untuk setiap negara yang ingin masuk sebagai anggota permanen.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Kekhawatiran Internasional

Keir Starmer dalam wawancaranya dengan Channel 4 News menegaskan, "Saya jelas memiliki kekhawatiran tentang Putin berada di Dewan Perdamaian. Dia sedang melancarkan perang terhadap sebuah negara Eropa. Mereka menghujani Ukraina dengan bom."

Starmer menekankan perlunya sinergi antara Inggris dan Amerika Serikat untuk mendukung Ukraina, menandai pentingnya hubungan mereka di tengah krisis.

Berlatar belakang kekhawatiran ini, beberapa negara seperti Prancis dan Norwegia telah menolak untuk bergabung, mempertimbangkan dampak inisiatif ini terhadap kinerja PBB.

Respon dari Berbagai Negara

Di sisi lain, dukungan untuk inisiatif Dewan Perdamaian juga datang dari negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, Arab Saudi, dan Mesir yang bersedia bergabung.

Israel juga menyatakan ketertarikan dan menyambut baik inisiatif ini, menunjukkan bahwa ada banyak lapisan dalam dukungan internasional terkait perdamaian.

Dewan Perdamaian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan stabilitas serta mempromosikan perdamaian di berbagai kawasan yang terdampak konflik.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU