Kamis, 22 JANUARI 2026 • 21:35 WIB

Undangan Amerika Serikat kepada China untuk Bergabung dalam Inisiatif Perdamaian Gaza

Author

Undangan Amerika Serikat kepada China untuk Bergabung dalam Inisiatif Perdamaian Gaza

Pemerintah China telah menerima undangan dari Amerika Serikat untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump. Dewan ini bertujuan untuk mengawasi proses pemerintahan dan rekonstruksi di Gaza setelah konflik antara Israel dan Hamas.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kematian Ojol: Kompol Cosmas Dinyatakan Melanggar Etika

Beijing belum membuat keputusan terkait partisipasinya, meskipun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa hubungan China dengan AS tetap stabil meski mengalami tantangan.

Dewan Perdamaian sebagai Solusi Konflik

Ide pembentukan Dewan Perdamaian pertama kali diusulkan oleh Donald Trump setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang terjadi pada akhir tahun lalu. Tujuan utamanya adalah untuk mengkoordinasikan pendanaan, keamanan, dan kebijakan politik di Gaza dengan pemerintah teknokrat Palestina.

Washington juga mencatat adanya potensi perluasan mandat dewan ini untuk mengatasi konflik lainnya di berbagai belahan dunia. Dalam tawarannya, Gedung Putih menyebutkan keanggotaan selama tiga tahun dengan biaya sekitar US$1 miliar untuk kursi tetap dalam dewan tersebut.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Respon Internasional Terhadap Undangan

Tak hanya China, undangan serupa juga telah disampaikan kepada sejumlah pemimpin dunia lainnya, termasuk Rusia. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, sedang mempelajari detail proposal yang diajukan.

Negara-negara seperti Hongaria, Maroko, Vietnam, Kazakhstan, dan Argentina juga dilaporkan menerima tawaran dari Washington. Namun, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menolak untuk bergabung, hal ini menimbulkan reaksi keras dari Trump.

Tanggapan Trump dan Dampaknya

Menanggapi penolakan Macron, Trump memberikan ancaman tarif hingga 200% pada produk anggur dan sampanye dari Prancis. Dia menegaskan, 'Yah, tidak ada yang menginginkannya [Macron], karena dia akan segera lengser dari jabatannya.'

Perkembangan ini mencerminkan dinamika kompleks dalam hubungan internasional, di mana situasi di Gaza dapat memengaruhi kebijakan dan keputusan negara-negara besar di dunia.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU