Jumlah korban jiwa akibat insiden kepulan asap di tambang Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, terus bertambah menjadi 11 orang.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan angka terbaru tersebut saat bertemu dengan perwakilan keluarga korban di Polsek Nanggung.
Rincian Korban dan Upaya Evakuasi
Kapolda Jawa Barat menjelaskan bahwa 11 korban berasal dari tiga kecamatan, yaitu Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya. Rudi menegaskan, 'Alhamdulillah untuk Nanggung sudah tiga orang yang kami selamatkan dan dari beberapa desa-desa lagi sudah kami selamatkan itu kurang lebih berjumlah 11 orang.'
Sebelumnya, lima dari korban yang dilaporkan meninggal adalah penambang emas ilegal yang terjebak dalam lubang galian. Kapolsek Nanggung AKP Ucup Suprianta menuturkan, 'Total ada lima orang (korban meninggal dunia).'
Proses penyelamatan sebelumnya dilakukan segera setelah insiden terdeteksi, dengan tim evakuasi bekerja tanpa henti untuk mencari kemungkinan adanya korban lain yang terperangkap.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Tindakan Pascatragedi
Kapolda Rudi Setiawan menyatakan bahwa semua korban telah dimakamkan, dan pihak kepolisian memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga. 'Dari semuanya itu dan sudah diserahkan atau sudah kembali kepada keluarganya untuk selanjutnya dilakukan pemakaman,' ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa apabila ada kebutuhan di masa mendatang seperti otopsi bagi korban, pihaknya akan siap untuk melakukannya. 'Sementara ini keluarga langsung dikebumikan. Nanti apabila dalam proses-proses lain diperlukan tindakan, itu akan kami lakukan (otopsi),' tuturnya.
Langkah-langkah darurat kini diambil untuk memastikan lokasi aman bagi masyarakat sekitar, serta untuk mencegah insiden serupa agar tidak terulang.
Penyelidikan dan Dugaan Korban Lainnya
Ketidakpastian mengenai kemungkinan adanya korban lain yang terjebak masih menjadi perhatian. Kapolda Rudi berharap masyarakat berpartisipasi dengan melaporkan jika ada anggota keluarga yang hilang. 'Kami membuka ruang atau informasi setiap hari dan setiap saat supaya yang warganya hilang melaporkan ke kami,' ujarnya.
Kekhawatiran akan adanya korban yang belum ditemukan juga disampaikan oleh sejumlah pihak, sehingga pengawasan dan operasi penyelamatan masih terus dilaksanakan. Upaya ini bertujuan memastikan bahwa tidak ada warga yang terjebak lebih lama di lubang galian.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berpartisipasi aktif dalam setiap informasi yang terkait dengan insiden ini, sehingga langkah penyelamatan bisa lebih efektif.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: