Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Inggris untuk berdiskusi dengan Perdana Menteri Keir Starmer mengenai penguatan kerja sama strategis antara kedua negara.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (20/1/2026) tersebut mengkhususkan diri pada kerja sama di sektor maritim yang telah disetujui pada November lalu.
Apresiasi Perdana Menteri Inggris
Dalam sambutan resmi, PM Keir Starmer mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Prabowo atas kesepakatan yang telah ditandatangani antara kedua negara.
Starmer menekankan pentingnya kesepakatan tersebut, menyatakan, "Terima kasih atas kesepakatan maritim yang kami tandatangani, meskipun dilakukan secara virtual, pada KTT G20 lalu."
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Kerja Sama Maritim yang Ditetapkan
Kesepakatan maritim ini dikenal sebagai Maritime Partnership Programme (MPP), yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan maritim Indonesia.
Rencana ini mencakup penguatan kapasitas angkatan laut dan pengadaan lebih dari 1.000 armada perikanan, dengan nilai proyek sebesar 4 miliar poundsterling (sekitar Rp 91,2 triliun).
Tanggapan Prabowo terhadap Kerja Sama
Prabowo menyambut baik inisiatif kerja sama ini, menganggapnya sebagai elemen penting dalam pembangunan maritim Indonesia.
Ia menegaskan, "Kami sangat puas dengan pelaksanaan kemitraan maritim ini," dan menunjukkan optimisme bahwa kerja sama ini dapat membuka peluang investasi baru.
Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: