Selasa, 20 JANUARI 2026 • 14:25 WIB

Keefektifan Liburan Singkat dalam Mengurangi Stres Kerja

Author

Keefektifan Liburan Singkat dalam Mengurangi Stres Kerja

Liburan singkat kini menjadi pilihan banyak orang untuk meredakan tekanan dari rutinitas pekerjaan yang padat. Menurut penelitian, waktu rehat yang singkat bisa memberikan banyak manfaat baik psikologis maupun fisik bagi individu.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR

Pentingnya memahami bagaimana liburan singkat dapat meningkatkan kualitas hidup semakin relevan, terutama di tengah kesibukan yang terus meningkat. Para ahli menyatakan bahwa perubahan lingkungan dapat merangsang kreativitas serta mengurangi tingkat stres.

Manfaat Psikologis dari Liburan Singkat

Liburan singkat memberikan individu kesempatan untuk menjauh sejenak dari tekanan kerja, yang pada gilirannya dapat meningkatkan suasana hati. Dr. Angela Lee, seorang psikolog, menyatakan, 'Perubahan lingkungan dapat merangsang kreativitas dan mengurangi stres.'

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Indonesia menunjukkan bahwa peserta yang melakukan liburan singkat melaporkan tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak berlibur. Rata-rata, mereka yang berlibur menyatakan bahwa suasana hati dan produktivitas mereka meningkat setelah kembali ke tempat kerja.

Selain itu, pengalaman baru selama liburan dapat memperkuat hubungan sosial. Liburan bersama teman atau keluarga memberi kesempatan untuk menciptakan kenangan positif yang berkontribusi pada kebahagiaan secara keseluruhan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Efek Fisik Liburan Singkat

Manfaat liburan singkat tidak hanya terbatas pada aspek psikologis, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik. Penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa individu yang mengambil jeda dari rutinitas sehari-hari cenderung memiliki kesehatan fisik yang lebih baik.

Berbagai aktivitas fisik yang dilakukan selama liburan, seperti berjalan-jalan atau berolahraga, berkontribusi pada penurunan risiko penyakit. Studi di Bali menunjukkan bahwa wisatawan yang lebih aktif secara fisik mengalami peningkatan kesehatan jantung.

Riset dari Universitas Gadjah Mada juga menyoroti perbaikan kualitas tidur setelah melakukan liburan singkat. Istirahat yang cukup sebelum liburan dapat berpengaruh positif terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Tantangan dalam Menerapkan Liburan Singkat

Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan liburan singkat tidak selalu mudah. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah kesibukan pekerjaan dan tuntutan tinggi dari atasan.

Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia menunjukkan bahwa 67% pekerja merasa kesulitan untuk mengambil cuti, bahkan untuk liburan singkat. Hal ini bisa menyebabkan stres tambahan yang bertentangan dengan tujuan liburan itu sendiri.

Perangkat teknologi yang selalu terhubung juga menambah tantangan, membuat banyak individu merasa tertekan untuk terus memeriksa email atau merespons panggilan kerja meskipun sedang berlibur.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU