Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan perlunya kajian mendalam terkait usulan penggunaan sistem e-voting dalam Pemilihan Umum di Indonesia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Dasco mencatat, meskipun teknologi ini memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, aspek keamanan dan keakuratannya harus dijamin.
Pentingnya Kajian Mendalam terhadap E-Voting
Dasco mengungkapkan pentingnya tindak lanjut kajian komprehensif untuk segala usulan yang bertujuan meningkatkan sistem pemilu.
Ia menyatakan, 'Nah, ini yang perlu kemudian kita pelajari benar bagaimana kemudian kalau e-voting itu dilakukan di Indonesia,' menekankan bahwa pengambilan keputusan tidak boleh dilakukan sembarangan.
Belajar dari pengalaman negara lain yang telah menerapkan e-voting adalah langkah yang bijaksana. Namun, perlu diingat bahwa ada catatan mengenai potensi manipulasi hasil pemilu di negara-negara tersebut.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Tantangan dan Potensi E-Voting
Dasco menekankan bahwa aspek pengamanan teknologi menjadi isu utama dalam diskusi tentang e-voting.
Ia menyatakan, 'Hal pengamanan dari teknologinya e-voting itu yang juga perlu dikaji. Semua nanti dikaji.' Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga integritas pemilu.
Meskipun e-voting menawarkan sejumlah manfaat, tantangan dalam implementasinya tidak boleh diabaikan untuk memastikan keberhasilan.
Sikap Partai Politik terhadap E-Voting
Di tengah perdebatan mengenai e-voting, sikap partai politik bervariasi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusulkan agar pemilihan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung oleh masyarakat, tetapi tetap mendukung penggunaan e-voting.
Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham, menyatakan, 'Rakernas I Partai mendorong pelaksanaan pilkada yang berbiaya rendah antara lain menerapkan e-voting,' menandakan adanya pergeseran dalam pandangan partai soal sistem pemilu.
Implementasi e-voting dilihat sebagai langkah untuk mengurangi kemungkinan praktik pelanggaran pemilu seperti money politics.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: