Senin, 19 JANUARI 2026 • 13:30 WIB

Mengapa Super Flu H3N2 Menjadi Tantangan Besar bagi Sistem Imun

Author

Mengapa Super Flu H3N2 Menjadi Tantangan Besar bagi Sistem Imun

Super flu, terutama yang disebabkan oleh virus H3N2, menyajikan tantangan serius bagi sistem imun tubuh manusia. Kemampuan virus ini untuk menghindari antibodi yang terbentuk dari infeksi sebelumnya membuatnya lebih sulit untuk dilawan.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Dokter spesialis paru, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P(K), menegaskan bahwa super flu berbeda dari influenza musiman biasa, baik dari segi mekanisme infeksi maupun dampaknya yang lebih serius.

Tubuh tidak selalu lebih kebal setelah terinfeksi flu

Setiap kali seseorang terinfeksi flu, sistem tubuh biasanya membentuk antibodi untuk melawan infeksi tersebut. Antibodi berperan dalam mengenali virus dan membantu melawan infeksi bila terjadi paparan ulang.

Pada influenza biasa, antibodi ini seringkali cukup untuk membuat gejala menjadi lebih ringan. Namun, virus super flu H3N2 dapat membuat sistem pertahanan ini tidak dapat berfungsi secara optimal.

Akibatnya, individu yang pernah terinfeksi flu sebelumnya mungkin tetap mengalami gejala yang signifikan ketika terpapar super flu.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Super flu dapat bersembunyi dari antibodi

Virus H3N2 memiliki kemampuan unik untuk bersembunyi dari antibodi yang terbentuk akibat infeksi flu sebelumnya. Hal ini membuat sistem imun merespons infeksi ini seakan-akan virus tersebut adalah jenis baru.

Proses ini memperlambat respons imun pada fase awal infeksi, seperti yang dijelaskan oleh dr. Brigitta. "Sistem imun harus berjuang lebih keras ketika menghadapi super flu, dan inilah yang meningkatkan kemungkinan terjadinya gejala yang lebih berat."

Kondisi ini menuntut tubuh untuk mempercepat kerjanya dalam menghadapi virus yang tampaknya baru dan asing.

Dampak lebih berat pada pasien komorbid dan pentingnya vaksin

Pasien yang memiliki penyakit penyerta, atau komorbid, berisiko lebih tinggi mengalami dampak berat dari super flu. Hal ini karena sistem imun mereka bisa dalam kondisi yang lebih lemah dan kurang siap menghadapi infeksi baru.

Meskipun vaksin influenza tidak selalu dapat mencegah infeksi super flu, vaksin ini tetap penting untuk membantu sistem imun mengenali dan merespons infeksi dengan lebih cepat.

Dr. Brigitta menambahkan, vaksinasi dapat membantu mengurangi kemungkinan gejala berat dan juga mengurangi risiko kematian akibat infeksi super flu.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU