Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan telah mendirikan posko antemortem untuk membantu identifikasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Taman Nasional Bantimurung.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Pengiriman tiga tim DVI ke lokasi kecelakaan bertujuan untuk mengidentifikasi penumpang dan kru pesawat secepat mungkin.
Pengiriman Tim DVI dan Merupakan Fungsi Posko Antemortem
Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Dr. Muhammad Haris, menyatakan bahwa tiga tim DVI telah dikirim untuk melakukan identifikasi korban pesawat dengan segera. Masing-masing tim terdiri dari empat anggota yang dilengkapi dengan alat identifikasi yang diperlukan.
Tim ini beroperasi di Kabupaten Pangkep, di mana mereka siap melakukan identifikasi jika ditemukan korban. Haris berharap mungkin ada peluang untuk menyelamatkan semua penumpang dan kru, tetapi mereka juga telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif.
Proses identifikasi ini sangat penting dalam situasi yang tidak diinginkan, dan tim DVI diharapkan dapat bekerja secara efektif untuk memastikan penanganan yang tepat terhadap setiap korban.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Operasional Posko Antemortem dan Prosedur Pemeriksaan
Posko antemortem di Biddokkes Polda Sulsel berfungsi untuk mengumpulkan data identitas dari penumpang dan kru pesawat. Langkah ini adalah bagian dari prosedur pencegahan jika terdapat korban jiwa akibat insiden tersebut.
Haris juga menegaskan bahwa pemeriksaan post mortem akan dilakukan jika jenazah atau bagian tubuh korban ditemukan. Biddokkes telah menyiapkan prosedur teknis yang jelas untuk menangani situasi ini agar dapat diselesaikan dengan baik.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan proses identifikasi dapat dilakukan seefisien mungkin untuk memberikan kejelasan kepada keluarga dan pihak yang terlibat.
Kesiapsiagaan dan Dukungan di Lokasi
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, sejumlah mobil ambulans sudah disiagakan di lokasi posko antemortem. Mobil ambulans ini akan siap untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan korban jika situasi memerlukan.
Polda Sulsel berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Penanganan yang cepat dan efektif menjadi prioritas utama di lapangan untuk memastikan situasi ini dapat terkelola dengan baik.
Kesiapsiagaan ini merupakan langkah penting dalam usaha menyelamatkan nyawa dan memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak oleh kecelakaan ini.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: