Minggu, 18 JANUARI 2026 • 21:56 WIB

Pengambilan Sampel DNA untuk Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Author

Pengambilan Sampel DNA untuk Identifikasi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat melakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga pramugari pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang menjadi korban kecelakaan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa korban bernama Esther Aprilita S dan pengambilan sampel dilakukan di kediamannya di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Proses Pengambilan Sampel DNA

Tim DVI Polda Jawa Barat telah datang ke kediaman keluarga korban untuk mengambil data ante mortem serta sampel DNA sebagai bagian dari upaya identifikasi korban secara ilmiah.

Kombes Pol Hendra Rochmawan menekankan pentingnya pengambilan data tersebut, yang akan membantu dalam proses identifikasi yang resmi dan sistematis.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan penuh dari pihak keluarga, mengingat peristiwa tragis yang telah terjadi.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang

Rincian Kecelakaan Pesawat

Pesawat ATR 42-500 ini dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 13.17 WITA, saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Pesawat tersebut membawa total 11 penumpang, dan diperkirakan menghilang di kawasan udara perbatasan antara Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sebelum hilang kontak, pesawat telah melakukan komunikasi dengan petugas Air Traffic Control (ATC) Makassar dan dijadwalkan untuk melakukan intercept ILS runway 21.

Penemuan Serpihan Pesawat

Tim SAR gabungan telah menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 di sekitar lereng Gunung Bulusaraung, yang menandakan bahwa pesawat mengalami kecelakaan fatal.

Pesawat tersebut lepas landas dari Yogyakarta pada pukul 09.08 WITA dengan estimasi tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 12.22 WITA.

Hilangnya kontak dengan pesawat menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pencarian dan penyelamatan, yang kini terus dilakukan oleh tim terkait.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU