Sebuah studi terbaru dari Universitas Manchester mengungkapkan bahwa peningkatan penggunaan media sosial tidak berdampak negatif terhadap kesehatan mental remaja.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Temuan ini memberikan perspektif baru mengenai hubungan antara teknologi dan kesehatan mental anak-anak dan remaja.
Metodologi Penelitian
Dalam studi ini, peneliti dari Universitas Manchester mengikuti 25.000 anak berusia 11 hingga 14 tahun selama tiga tahun pendidikan. Mereka melacak kebiasaan media sosial dan kesehatan mental para peserta.
Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengajukan pertanyaan mengenai waktu yang dihabiskan untuk main game dan berselancar di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Remaja diminta untuk mendeskripsikan perasaan, suasana hati, serta kesulitan emosional yang mereka hadapi selama periode tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Temuan Utama
Studi ini menemukan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan media sosial atau bermain game secara berlebihan meningkatkan gejala kecemasan dan depresi di antara peserta. "Kami tahu keluarga khawatir, tetapi hasil kami tidak mendukung gagasan bahwa hanya menghabiskan waktu di media sosial atau bermain game menyebabkan masalah kesehatan mental - ceritanya jauh lebih kompleks dari itu," kata Qiqi Cheng, penulis utama studi tersebut.
Temuan lain menunjukkan tidak ada dampak negatif pada kesehatan mental remaja akibat peningkatan penggunaan media sosial antara tahun 8 dan tahun 9. Hal ini memberi harapan bahwa kehadiran media sosial bisa dikelola dengan baik oleh remaja.
Konteks Penggunaan Media Sosial
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa baik komunikasi aktif di media sosial maupun sekadar scrolling tidak berkontribusi pada masalah kesehatan mental di kalangan remaja. Namun, peneliti mengingatkan bahwa pengalaman online tetap membawa risiko, seperti pesan berbahaya dan tekanan sosial.
"Temuan kami memberi tahu kami bahwa pilihan anak muda seputar media sosial dan permainan mungkin dibentuk oleh bagaimana perasaan mereka tetapi belum tentu sebaliknya," ungkap Neil Humphrey, salah satu penulis studi.
Dia juga menekankan pentingnya memahami interaksi anak-anak dengan media sosial serta dukungan emosional yang mereka terima dari lingkungan sekitar.
Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: