Minggu, 18 JANUARI 2026 • 20:17 WIB

Kecelakaan Pesawat ATR 400 di Sulawesi Selatan: Penjelasan dan Upaya Pencarian Korban

Author

Kecelakaan Pesawat ATR 400 di Sulawesi Selatan: Penjelasan dan Upaya Pencarian Korban

Pesawat ATR 400 yang jatuh di Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan, mengalami gangguan mesin sebelum berangkat. Meskipun ada masalah ini, pihak Indonesia Air Transport memastikan bahwa pesawat dinyatakan layak terbang sebelum lepas landas.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang

Kejadian tersebut berlangsung pada 16 Januari 2026, saat pesawat hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat itu diperkirakan membawa 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.

Detail Kejadian dan Proses Penerbangan

Kecelakaan pesawat ATR 400 terjadi saat pesawat dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Makassar. Menurut Direktur Operasional Indonesia Air Transport, Capt Edwin, pesawat mengalami gangguan mesin sehari sebelum penerbangan, tetapi kondisi mesin dinyatakan normal sebelum lepas landas.

Capt Edwin mengonfirmasi bahwa masalah teknik telah diperbaiki dan dites sebelum pesawat terbang. Hal ini merespons kekhawatiran terkait keselamatan penerbangan saat pesawat berangkat dari Halim Perdanakusuma menuju Yogyakarta.

Pihak operasional mengungkapkan bahwa setiap pesawat menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum penerbangan, memastikan tidak ada masalah yang dapat mengganggu penerbangan. “Masalah itu sudah kami perbaiki dan sudah kami tes,” ujar Capt Edwin.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis

Proses Pencarian dan Penemuan Korban

Tim pencari yang terdiri dari BASARNAS dan relawan tengah melaksanakan evakuasi di lokasi kejadian. Serpihan pesawat dan satu korban telah ditemukan, tetapi kondisi cuaca buruk menghambat proses evakuasi.

Pencarian dilakukan secara intensif di area Taman Nasional Bantimurung, di mana pesawat dilaporkan hilang kontak. Ditemukan serpihan pesawat menjadi indikasi kemungkinan lokasi jatuhnya pesawat ATR 400.

Hingga kini, para petugas masih berupaya menemukan sisa penumpang dan kru lainnya di dalam pesawat. Informasi resmi menunjukkan adanya total 11 orang yang ada saat pesawat lepas landas.

Keselamatan Penerbangan dan Standar Operasional

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan penerbangan dan perlunya prosedur pemeliharaan yang baik. Setiap penerbangan diwajibkan mengikuti protokol keselamatan yang ketat untuk meminimalkan risiko.

Setelah kecelakaan ini, otoritas penerbangan Indonesia berencana melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan yang berlaku. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan keamanan dalam industri penerbangan nasional.

Keluarga korban dan masyarakat berharap agar tim pencari segera menemukan sisa penumpang. Pihak Indonesia Air Transport menyatakan komitmennya untuk memberikan informasi terkini mengenai perkembangan pencarian.

Baca juga: Apple Siapkan Peluncuran iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU