Minggu, 18 JANUARI 2026 • 19:35 WIB

Ketegangan dalam Penyerahan SK Keraton Solo kepada Tedjowulan

Author

Ketegangan dalam Penyerahan SK Keraton Solo kepada Tedjowulan

Kementerian Kebudayaan resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) nomor 8 tahun 2026 kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan pada Minggu, 18 Januari 2026. Penyerahan SK ini berlangsung di tengah ketegangan akibat protes dari kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Proses penyerahan tersebut diwarnai dengan adu mulut antara dua kubu yang mengklaim sebagai penerus tahta Keraton Surakarta. Fadli Zon menegaskan bahwa SK ini memberi mandat kepada Tedjowulan sebagai penanggung jawab kawasan cagar budaya.

Proses Penyerahan SK dan Ketegangan yang Muncul

Selama penyerahan SK, ketegangan mencuat antara perwakilan dua kubu yang mengklaim hak atas tahta Keraton Surakarta. Kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya secara tegas menolak SK tersebut dan menyatakan ketidakpuasan karena tidak dilibatkan dalam penetapan Tedjowulan.

Fadli Zon memberi penjelasan bahwa SK ini merupakan langkah penting untuk menegaskan posisi Gusti Tedjo sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Surakarta. 'Semacam penanggung jawab, supaya jelas kepada siapa jika pemerintah menghibahkan dana,' ujarnya.

Situasi semakin memanas ketika GKR Panembahan Timoer Rumbai, kakak tertua PB XIV Purbaya, mengambil mikrofon dan menyatakan keberatannya atas penunjukan ini. Akibatnya, acara yang seharusnya berlangsung di Sasana Parasdya terpaksa dihentikan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Pentingnya Penugasan dari Kementerian Kebudayaan

Fadli Zon menekankan urgensi untuk segera menunjuk penanggung jawab dalam pelestarian Keraton. 'Kalau tidak, pemerintah tidak bisa memberikan bantuan. Nanti pemerintah juga yang disalahkan,' katanya menyoroti tanggung jawab kementerian dalam pengembangan cagar budaya.

Menteri Fadli juga menjelaskan bahwa Gusti Tedjo diharapkan dapat menjembatani perselisihan antara dua kubu yang bersaing. 'Nanti beliau (Tedjowulan) akan mengundang semua kerabat untuk duduk bersama,' tambahnya.

Sebelum penyerahan SK secara resmi, Fadli Zon melakukan peninjauan langsung ke lokasi kerusakan di Kawasan Keraton. Langkah ini menunjukkan kepedulian kementerian terhadap kondisi yang ada di sana.

Respon Gusti Tedjo dan Harapannya untuk Keraton

Setelah menerima SK, Gusti Tedjo menyatakan kesiapannya menjalankan mandat tersebut. 'Keputusan penetapan penunjukan kepada kami ini merupakan mandat yang sangat besar dari negara untuk menyelamatkan, melestarikan, dan memajukan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,' ungkapnya.

Ia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momen ini sebagai upaya bersatu. 'Saya mengajak Keluarga Besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat untuk mensyukuri perhatian besar dari pemerintah ini sebagai momentum untuk kembali bersatu,' ajaknya.

Sebagai informasi tambahan, konflik internal di Keraton Surakarta sudah berlangsung sejak wafatnya SISKS Pakubuwana XII pada tahun 2004. Gusti Tedjo menjabarkan pentingnya pelajaran yang dapat diambil dari pengalaman tersebut untuk menjamin masa depan yang lebih baik.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU