Sebuah video yang viral menunjukkan puing-puing pesawat ATR 42-500 ditemukan di puncak Gunung Bulusaraung, mendorong tim SAR untuk melakukan pencarian segera.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Konfirmasi datang dari Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, yang menyatakan bahwa mereka masih dalam tahap verifikasi atas laporan ini.
Informasi Awal tentang Penemuan
Penemuan serpihan pesawat pertama kali dilaporkan oleh masyarakat setempat. Andi Sultan menjelaskan, "Laporan dari masyarakat bahwa ditemukan serpihan, tapi kami tidak bisa memastikan bahwa serpihan itu adalah serpihan dari ATR-400 ini."
Meskipun informasi menjanjikan, Andi menegaskan pentingnya investigasi yang lebih mendalam. "Teman-teman sementara menuju ke lokasi untuk memastikan," ungkapnya.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Tindakan Tim SAR dan Verifikasi
Dari pihak militer, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko, juga mengonfirmasi penemuan puing pesawat. Ia menyatakan bahwa Helikopter Karakal TNI AU telah dikerahkan untuk membantu proses verifikasi.
Menurut Bangun, "Belum (dipastikan kebenarannya). Mungkin sebentar lagi kita akan mendengar laporan dari tim (Heli) Caracal yang sebentar lagi mungkin mendarat."
Detail mengenai Pesawat yang Hilang Kontak
Pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak membawa 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang. Insiden terjadi di kawasan Leang-leang, Maros, pada 17 Januari 2026, pukul 13.17 Wita.
Dalam kru pesawat terdapat Capten Andy Dahananto dan First Officer Yudha Mahardika. Penumpang termasuk Mr. Deden, Mr. Ferry, dan Mr. Yoga.
Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: