Pesawat ATR 400 yang terbang dari Yogyakarta ke Makassar dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA di sekitar Pegunungan Karst Leang-leang, Maros, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Kejadian ini melibatkan 11 orang, termasuk 3 penumpang dan 8 kru, yang saat ini sedang dalam pencarian oleh tim Basarnas.
Detail Penerbangan dan Upaya Penyelamatan
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi bahwa tim penyelamat sedang menuju lokasi sesuai koordinat dari AirNav. "Saat ini kami menuju ke lokasi yang diberikan koordinat dari AirNav sekitar Leang-leang," ungkapnya.
Tim pencari telah diberangkatkan untuk menilai situasi di lokasi dengan jumlah personel tambahan yang juga disiapkan. "Tadi sudah kami berangkatkan sortir pertama untuk melakukan asesmen ke lokasi dan juga lima orang," jelasnya.
Sebanyak 15 personel tambahan dikerahkan ke lokasi hilangnya pesawat, dengan harapan dapat mempercepat proses pencarian.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Latar Belakang Pesawat dan Rute Penerbangan
Pesawat ATR 400 yang hilang kontak tersebut merupakan milik Indonesia Air Transport. Pesawat ini berangkat dari Yogyakarta dan tengah menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar.
Dengan total 11 orang yang terdiri dari penumpang dan kru, pesawat mengikuti rute yang telah direncanakan. Informasi dari Basarnas mengindikasikan bahwa pesawat hilang kontak saat mendekati Pegunungan Karst Leang-leang, yang dikenal karena kondisi geografis yang menantang.
Kondisi Terkini dan Respons Masyarakat
Kondisi cuaca di area pencarian berpengaruh besar terhadap upaya penyelamatan yang sedang berlangsung. Tim Basarnas, yang sudah terlatih untuk pencarian di daerah pedalaman, diminta untuk mengutamakan keselamatan dalam operasi ini.
"Sortir berikutnya akan kami berangkatkan bersama potensi yang ada sekitar 40 orang," terang Andi Sultan, menegaskan komitmen timnya dalam mencari pesawat yang hilang.
Masyarakat lokal memberikan dukungan kepada tim pencari, sementara keluarga penumpang dan kru pesawat mengikuti perkembangan situasi dengan harapan dan perhatian.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Polisi Kembali Barang yang Hilang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: