Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan penunjukan Tony Blair sebagai ketua Dewan Perdamaian yang bertujuan mengakhiri konflik di Gaza. Bersama Blair, menantu Trump, Jared Kushner, juga bergabung sebagai anggota eksekutif pendiri dewan tersebut.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pembentukan dewan ini muncul di tengah situasi darurat yang disebabkan oleh perang, yang telah mengakibatkan lebih dari 71.000 warga Palestina kehilangan nyawa. Langkah ini diharapkan dapat merespons kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi.
Peluncuran Dewan Perdamaian
Pada 16 Januari 2026, Gedung Putih mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian yang akan dipimpin oleh Tony Blair dan Jared Kushner. Pembentukan ini bertujuan untuk menghentikan kekerasan di Gaza dengan pendekatan yang lebih terkoordinasi.
Selain Blair dan Kushner, dewan ini juga mencakup anggota penting lainnya seperti Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff. Mereka diharapkan membawa pengalaman diplomatik yang signifikan untuk mengatasi masalah yang kompleks ini.
Langkah ini diambil setelah Witkoff mengumumkan fase kedua dari rencana perdamaian yang sedang ditengahi oleh AS. Rencana ini menekankan pada kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi pascakonflik di Gaza.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Pertemuan Komite Administrasi Gaza
Pertemuan pertama Komite Administrasi Gaza telah dilaksanakan di Kairo. Pertemuan ini menandai awal penanganan administrasi sipil di wilayah yang telah terjang konflik.
Fokus utama selama pertemuan adalah perencanaan bantuan kemanusiaan yang diperlukan serta langkah awal untuk rekonstruksi daerah yang terdampak. Komite ini diketuai oleh Ali Shaath, yang memimpin kelompok berpengalaman di berbagai sektor.
Anggota komite memiliki latar belakang dalam kesehatan, pendidikan, dan layanan dasar lainnya, memudahkan mereka dalam merumuskan strategi yang tepat untuk memulihkan kawasan.
Pendanaan dan Rencana Masa Depan
Ali Shaath mengungkapkan bahwa komite telah mendapatkan anggaran operasional dari negara-negara donor untuk satu tahun ke depan. Ini memungkinkan mereka untuk segera menjalankan tugas yang telah direncanakan.
Upaya penggalangan dana untuk bantuan rekonstruksi juga sedang dilakukan melalui lembaga seperti Bank Dunia, yang dianggap krusial untuk pemulihan Gaza. Pendanaan internasional akan sangat berarti dalam jangka panjang.
Dengan adanya Dewan Perdamaian dan Komite Administrasi yang baru, harapan besar diletakkan pada para pemimpin ini untuk mengatasi solusi jangka panjang bagi krisis yang berkepanjangan di Gaza.
Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: