Kamis, 15 JANUARI 2026 • 19:35 WIB

Kak Seto Klarifikasi Tudingan Pengabaian Laporan oleh Aurelie Moeremans

Author

Kak Seto Klarifikasi Tudingan Pengabaian Laporan oleh Aurelie Moeremans

Seto Mulyadi, lebih dikenal sebagai Kak Seto, menangkap perhatian publik dengan responnya terhadap tuduhan yang ditujukan kepadanya terkait pengabaian laporan dari Aurelie Moeremans pada tahun 2010.

Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer

Tuduhan ini muncul setelah Aurelie merilis buku digital berjudul 'Broken Strings', yang menceritakan pengalaman pribadinya tentang praktik grooming dan kekerasan.

Latar Belakang Tuduhan

Tuduhan terhadap Kak Seto mulai berkembang setelah peluncuran karya Aurelie, 'Broken Strings', yang menggambarkan pengalaman menyakitkan dalam hidupnya.

Dalam buku tersebut, Aurelie menjelaskan bahwa aduan yang disampaikannya kepada Kak Seto saat masih remaja terabaikan, memicu diskusi hangat di dunia maya dan media.

Melihat situasi ini, Kak Seto meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak cepat percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Laporan Dahulu dan Tindakan yang Diharapkan

Jean Marc Moeremans, ayah Aurelie, sebelumnya telah melaporkan masalah ini kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak yang saat itu dipimpin oleh Kak Seto.

Laporan tersebut mencakup pembuatan dugaan terhadap seorang pria yang terlibat dalam kasus yang diceritakan oleh Aurelie.

Sayangnya, laporan yang diajukan tidak mengarah pada tindakan hukum, menimbulkan sejumlah pertanyaan serta kritik mengenai respons lembaga pada saat itu.

Pernyataan Kak Seto dan Apresiasi terhadap Korban

Kak Seto dengan tegas mengungkapkan bahwa praktik grooming merupakan isu serius yang perlu menjadi perhatian semua pihak untuk melindungi anak-anak.

'Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming,' ujarnya, menekankan komitmen lembaga dalam hal ini.

Ia juga menyampaikan rasa hormatnya kepada setiap individu yang berani menceritakan pengalaman pahit mereka, serta mendorong adanya peningkatan sistem perlindungan anak di masa depan.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU