Kamis, 15 JANUARI 2026 • 17:23 WIB

Fitur Baru YouTube untuk Bantu Orang Tua Atur Akses Remaja ke Video Pendek

Author

Fitur Baru YouTube untuk Bantu Orang Tua Atur Akses Remaja ke Video Pendek

YouTube meluncurkan fitur baru yang memungkinkan orang tua membatasi akses remaja ke konten video pendek, Shorts. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna muda dari dampak negatif konten digital.

Baca juga: Sidang Etik Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online: Tindakan Berat di Lingkungan Polri

Kekhawatiran orang tua terkait potensi adiksi terhadap video pendek telah mendorong platform tersebut untuk memperkenalkan fitur ini. Dengan demikian, orang tua dapat lebih mudah mengelola waktu yang dihabiskan anak-anak mereka di platform.

Pengaturan Kontrol Orang Tua

Dengan fitur baru ini, orang tua kini dapat menetapkan batas waktu untuk penggunaan fitur Shorts, yang dapat disesuaikan mulai dari dua jam hingga tidak sama sekali. "Misalnya, orang tua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol saat mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus pada pekerjaan rumah," jelas pihak YouTube.

Fitur ini juga dilengkapi dengan pengingat waktu tidur dan istirahat yang bisa diatur sesuai kebutuhan. YouTube menyatakan bahwa pengingat otomatis telah diterapkan secara default untuk semua pengguna di bawah 18 tahun.

Selain pengaturan waktu, YouTube juga memperkenalkan proses pendaftaran baru yang memberi kemudahan bagi orang tua dalam mengelola akun remaja mereka, memungkinkan transisi antara akun anak-anak dan akun dewasa dengan lebih mudah.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Pembaruan Terhadap Pedoman Konten

YouTube juga memperbarui panduan berkaitan dengan jenis konten yang direkomendasikan untuk pengguna remaja. Platform ini kini lebih mengedepankan konten yang mendorong "keingintahuan dan inspirasi" serta "informasi yang dapat dipercaya mendukung kesejahteraan."

Tujuan dari langkah ini adalah untuk memblokir video yang dapat membawa remaja kepada konten berbahaya, termasuk yang mengidealkan tipe tubuh tertentu. YouTube berharap langkah ini dapat mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan mental pengguna remaja.

Pembaruan ini merupakan bagian dari komitmen YouTube untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna muda di platform mereka.

Respons Terhadap Kebijakan Kontrol Orang Tua

YouTube bukanlah satu-satunya platform yang menyadari pentingnya kontrol orang tua. Beberapa platform lain seperti Instagram dan ChatGPT juga baru saja mengumumkan fitur serupa untuk melindungi pengguna muda.

Belum lama ini, perhatian publik tertuju pada Google, induk perusahaan YouTube, setelah aktivis keamanan anak, Melissa McKay, membagikan informasi tentang pengawasan orang tua di platform tersebut. Dalam unggahannya, ia menyampaikan bahwa Google memberikan opsi kepada anaknya untuk menghapus pengawasan orang tua dari akun.

Menanggapi situasi ini, Kate Charlet, Direktur Senior Privasi di Google, menjelaskan bahwa kebijakan terbaru mewajibkan persetujuan orang tua sebelum pengguna di bawah 13 tahun dapat menonaktifkan pengawasan. Ini bertujuan untuk memberikan lapisan keamanan sebelum anak merasa siap mengambil langkah selanjutnya.

Baca juga: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru Menjelang Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU