Proses evakuasi pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, yang dinyatakan meninggal dunia, menghadapi berbagai kendala akibat cuaca ekstrem dan medan yang sulit dilalui.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Dengarkan Aspirasi Mahasiswa dalam Pertemuan di Senayan
Tim SAR gabungan, terdiri dari Basarnas dan relawan, berjuang keras untuk mengevakuasi jenazah setelah Syafiq hilang selama 17 hari di jalur Gunung Malang.
Kondisi Terkini Evakuasi
Tim pencari melanjutkan evakuasi pada Kamis pagi setelah terpaksa mundur sebelumnya. Jenazah Syafiq ditemukan di Batu Watu Langgar, terbungkus kain hijau.
Dibutuhkan puluhan personel dari berbagai tim SAR untuk mencapai lokasi yang terisolasi. Cuaca ekstrem dan medan curam menjadi tantangan utama.
Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Anggota Tim Wanadri menggambarkan kondisi sulit, "Sejak pagi tim belum makan dan kondisi medan yang curam serta cuaca hujan badai".
Strategi Evakuasi
Evakuasi kini dipersiapkan lebih matang dengan alat khusus seperti tandu basket. Tim memutuskan untuk melakukan evakuasi secara estafet melalui jalur Pos Dipajaya.
Relawan dari Tim Wanadri, Arie, menjelaskan, "Proses evakuasi akan dilakukan secara estafet, melalui jalur Pos Dipajaya," yang diharapkan dapat mempermudah akses.
Duka Keluarga dan Rencana Pemakaman
Suasana duka meliputi kediaman orang tua Syafiq di Kelurahan Kramat Utara. Tenda dan kursi plastik disiapkan untuk pelayat yang datang setelah berita penemuan jenazah.
Tri Winarno, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Magelang, menyampaikan bahwa lokasi pemakaman ditransfer dari Pemakaman Sambung Lor ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari.
Baca juga: Universitas Islam Bandung dan Universitas Pasundan Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: