Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara China dilaporkan diculik oleh bajak laut di perairan Gabon, Afrika Tengah. Insiden ini terjadi saat kapal penangkap ikan yang diserang sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Ukir Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Kapal yang diserang, IB FISH 7, menjadi target serangan dengan total sembilan awak kapal yang diculik, termasuk empat WNI. Sementara enam awak lainnya berhasil bertahan di atas kapal.
Detail Insiden Penculikan
Kapal IB FISH 7 diserang oleh tiga pria bersenjata saat berada di sekitar tujuh mil laut tenggara Equata. Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, memberikan konfirmasi mengenai tindakan bajak laut yang berani ini.
Dari sembilan awak kapal yang diculik, lima di antaranya adalah warga negara China, sementara empat lainnya merupakan WNI. Enam awak lainnya berhasil bertahan, terdiri dari warga negara China, WNI, dan seorang WN Burkina Faso.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Tindakan Pihak Berwenang Gabon
Pemerintah Gabon segera merespons insiden penculikan dengan mengambil langkah-langkah keamanan untuk mengamankan kapal tersebut. Kapal yang dijadikan target bajak laut akhirnya dikawal oleh pihak keamanan hingga tiba di pelabuhan ibu kota.
Kepala Staf Angkatan Laut Gabon menyampaikan, 'Situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim.'
Penyelidikan yang Sedang Berlangsung
Kejaksaan setempat telah membuka penyelidikan yang mendalam terkait kasus penculikan ini. Upaya ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang bertanggung jawab atas tindakan brutal tersebut.
Pihak berwenang Gabon terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas untuk menjamin keselamatan para awak kapal yang selamat serta menjaga keamanan di perairan Gabon.
Baca juga: Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: