Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). Acara ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan sekitar dua ribu peserta dari berbagai lapisan masyarakat.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Acara tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Penyambutan Hangat untuk Presiden
Setibanya di Sekolah Rakyat Terpadu 9, Presiden Prabowo disambut hangat oleh siswa yang mengenakan seragam khusus dan baret merah di kepala. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta beberapa menteri lainnya juga hadir mendampingi Presiden.
Sambutan meriah ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program yang bertujuan memperluas akses pendidikan di Indonesia.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Fokus Program Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat adalah inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan dan memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Dengan 166 lokasi Sekolah Rakyat baru, program ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak siswa di daerah-daerah yang membutuhkan.
Sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Rakyat dirancang untuk mendukung anak-anak dengan berbagai latar belakang, khususnya mereka yang berasal dari kelompok rentan.
Statistik dan Rencana Ekspansi
Saat ini, Sekolah Rakyat Rintisan telah menampung 14.846 siswa, yang didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung pendidikan di akar rumput.
Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen sedang diperluas, dengan 104 titik lokasi baru yang direncanakan di berbagai wilayah di Indonesia. Rencana ini bertujuan untuk memperkuat dan memperluas jaringan Sekolah Rakyat di seluruh tanah air.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo di Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: