Minggu, 11 JANUARI 2026 • 22:00 WIB

Pentingnya Pencegahan Dini: Mengidentifikasi Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Author

Pentingnya Pencegahan Dini: Mengidentifikasi Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Sebuah studi besar mengungkap bahwa hampir semua serangan jantung dan stroke dapat dicegah melalui pengidentifikasian faktor risiko yang relevan. Penelitian ini menganalisis data lebih dari 9 juta individu di Korea Selatan dan Amerika Serikat dan menemukan bahwa 99 persen kasus terkait dengan satu atau lebih dari empat faktor risiko utama.

Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata

Faktor-faktor yang teridentifikasi mencakup tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan kebiasaan merokok. Temuan ini menekankan pentingnya upaya pencegahan yang dilakukan jauh sebelum gejala muncul.

Empat Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai

Studi ini menunjukkan bahwa serangan jantung dan stroke selalu didahului oleh setidaknya satu dari empat faktor risiko utama. Faktor-faktor tersebut adalah hipertensi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan kebiasaan merokok, yang semuanya tercatat mendahului 99 persen kejadian kardiovaskular.

Menariknya, bahkan di antara kelompok berisiko terendah, seperti perempuan di bawah usia 60 tahun, lebih dari 95 persen kasus serangan jantung dan stroke dikaitkan dengan faktor-faktor ini. Hal ini menunjukkan bahwa risiko tersebut berpotensi mempengaruhi siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Hipertensi: Pemicu Utama Serangan Jantung

Dari keempat faktor risiko yang diidentifikasi, hipertensi muncul sebagai pemicu paling dominan. Di kedua negara yang diteliti, lebih dari 93 persen individu yang mengalami serangan jantung atau stroke memiliki catatan hipertensi sebelumnya.

Philip Greenland, seorang ahli jantung dari Northwestern University, mengungkapkan bahwa pengendalian tekanan darah adalah langkah krusial dalam mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah. Ia mendesak agar perhatian lebih diarahkan kepada faktor risiko yang dapat diubah daripada mencari penyebab yang sulit diintervensi.

Kesadaran dan Upaya Pencegahan Dini

Penelitian ini menantang anggapan umum bahwa serangan jantung bisa terjadi tanpa adanya faktor risiko yang jelas. Para peneliti berpendapat bahwa banyak kasus mungkin tidak terdiagnosis atau terlewatkan dalam identifikasi risiko.

Neha Pagidipati, seorang ahli jantung dari Duke University, menekankan temuan ini sebagai panggilan untuk meningkatkan upaya pencegahan. Ia berpendapat bahwa individu harus mulai mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah, serta menghentikan kebiasaan merokok sedari awal, agar risiko penyakit yang lebih serius dapat dihindari.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU