Minggu, 11 JANUARI 2026 • 16:20 WIB

Abu Jenazah Pelatih Sepakbola Valencia Diterbangkan ke Spanyol

Author

Abu Jenazah Pelatih Sepakbola Valencia Diterbangkan ke Spanyol

Abu jenazah Martin Carreras Fernando, pelatih sepakbola wanita Valencia CF, bersama dua anaknya, kini telah diterbangkan ke Spanyol. Hal ini dilakukan oleh istri Fernando, Andrea Ortuno, dan beberapa anggota keluarganya setelah mereka menjadi korban tragedi tenggelam KM Putri Sakinah.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tersendat di Kualifikasi Piala Asia, Berakhir Imbang Melawan Laos

Tragedi tersebut terjadi di Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada 26 Desember 2025. Setelah proses kremasi di Bali, abu jenazah mereka dibawa untuk dikumpulkan kembali di tanah kelahiran.

Proses Pemulangan Jenazah

Setelah mengalami tragedi, jenazah Martin Carreras Fernando dan kedua anaknya dikremasi di Bali. Abu jenazah tersebut disimpan selama beberapa hari untuk memberikan waktu bagi keluarga sebelum perjalanan menuju Spanyol.

Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo, Budi Widjaja, mengonfirmasi bahwa Andrea Ortuno telah kembali ke Spanyol dengan membawa abu jenazah. Keluarga memutuskan untuk memulangkan abu ini setelah menggelar upacara tabur bunga di lokasi tenggelamnya kapal.

Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia

Operasi Pencarian Korban

Operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah berlangsung selama 15 hari dan resmi ditutup pada 9 Januari 2026. Tim SAR menemukan jenazah Fernando dan kedua anaknya, sedangkan seorang anak laki-lakinya masih dinyatakan hilang.

Budi menyatakan, 'Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk Dubes Spanyol, yang selama ini telah memberikan dukungan maksimal dalam pencarian ini. Pahit dan hati hancur atas tragedi ini'. Satu perwakilan keluarga masih bertahan di Bali, berharap anak Fernando yang hilang dapat ditemukan oleh masyarakat setempat.

Harapan Keluarga dan Penutupan Operasi

Keluarga korban menyadari bahwa operasi SAR harus ditutup setelah tiga kali masa pencarian diperpanjang. Meski begitu, harapan untuk menemukan anak yang hilang tetap ada.

Budi menambahkan, 'Keluarga paham operasi SAR harus ditutup tetapi tetap menaruh harapan agar korban dapat ditemukan.' Keluarga yang masih berada di Bali mengharapkan bantuan dari nelayan atau kapal wisata yang mungkin bisa membantu menemukan anak yang hilang.

Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU