Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 22:42 WIB

CEO Randstad Sarankan Gen Z Pertimbangkan Karir di Sektor Terampil di Tengah Ancaman AI

Author

CEO Randstad Sarankan Gen Z Pertimbangkan Karir di Sektor Terampil di Tengah Ancaman AI

Pendidikan tinggi kini tak lagi menjadi jaminan pekerjaan yang stabil bagi lulusan Gen Z. Sander van't Noordende, CEO Randstad, menyarankan generasi muda untuk beralih ke sektor dengan permintaan tinggi seperti sopir truk dan barista.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Kondisi pasar kerja saat ini semakin mengkhawatirkan, dengan banyak lulusan yang terjebak dalam pengangguran akibat kemajuan teknologi dan kebangkitan kecerdasan buatan.

Krisis Pekerjaan di Era Kecerdasan Buatan

Sander van't Noordende menyatakan bahwa jutaan lulusan Gen Z kesulitan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Fenomena ini dipicu oleh disrupsi yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan, yang diprediksi akan memangkas hampir setengah dari pekerjaan white collar pada tahun 2030.

Sebuah studi dari Stanford University menyoroti dampak signifikan AI terhadap Gen Z, menunjukkan ketidakpastian di sektor pekerjaan yang sebelumnya stabil. Banyak perusahaan teknologi menginformasikan bahwa kemampuan AI saat ini sudah setara dengan pekerja entry-level, sehingga lulusan baru merasa terjebak dengan pilihan karir yang terbatas.

Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia

Peluang Karir di Sektor Non-Kantor

Van't Noordende menyarankan generasi muda untuk mempertimbangkan profesi dengan permintaan tinggi, seperti bartender, barista, teknisi bangunan, dan sopir truk. Ia menegaskan, "Ada permintaan besar untuk tenaga terampil: teknisi mesin, operator mesin, teknisi perawatan, operator forklift, sopir truk, sebut saja," menunjukkan bahwa gaji di sektor ini mengalami peningkatan yang signifikan.

Perubahan ini mencerminkan realitas baru di pasar tenaga kerja, yang menyiratkan bahwa profesi tradisional yang bergantung pada pendidikan tinggi tidak lagi menjamin keberlangsungan kerja. Dengan memantau tren gaji, terlihat bahwa pekerjaan di sektor jasa seperti barista kini lebih menjanjikan dibandingkan pekerjaan kantoran.

Pentingnya Mempelajari Keterampilan Baru

Van't Noordende menekankan pentingnya generasi muda untuk fokus pada keterampilan yang meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja. Ia beropini bahwa menyarankan untuk mengikuti passion harus disertai dengan kenyataan pasar, "Pelajari sebuah keterampilan, keahlian, atau profesi yang bisa memberi penghidupan layak untukmu dan keluargamu. Itu jauh lebih masuk akal," ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa bagi mereka yang tetap berminat melanjutkan pendidikan, bidang STEM akan terus menjadi pilihan yang relevan. Proporsi mahasiswa STEM di negara-negara seperti China lebih besar dibandingkan dengan di Amerika Serikat dan Eropa, menunjukkan perlunya adaptasi terhadap kebutuhan pasar global.

Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU